28 C
Sidoarjo
Thursday, August 27, 2026
spot_img

BPJS Ketenagakerjaan Dorong Penerima Manfaat Kembali Berdaya Melalui PEKA Serentak se-Indonesia

Surabaya, Bhirawa – Setiap tahun, ratusan ribu keluarga kehilangan sosok pekerja yang menjadi tulang punggung mereka. Sebagian di antaranya tutup usia akibat kecelakaan kerja, sementara lainnya meninggal dunia karena sakit yang diderita.

Rasa duka tentu menjadi hal pertama yang sangat terasa. Namun, di balik itu terdapat kegundahan besar mengenai bagaimana keluarga tersebut dapat melanjutkan kehidupan dan memenuhi kebutuhan ekonomi setelah kehilangan sumber penghasilan utama.

Di titik inilah perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan hadir. Perlindungan tidak hanya diwujudkan melalui manfaat finansial, tetapi juga melalui upaya mendampingi keluarga pekerja agar mampu bangkit, memiliki keterampilan, serta membangun sumber penghidupan baru sehingga dapat melanjutkan kehidupan secara mandiri.

Semangat tersebut diwujudkan BPJS Ketenagakerjaan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Sejalan dengan semangat Hari Kemerdekaan untuk terus maju dan berdaya, Soft Launching Nasional PEKA digelar secara serentak di seluruh Indonesia, Selasa (18/8).

Membawa semangat Value Beyond Protection, PEKA menjadi bukti bahwa perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tidak berhenti ketika manfaat telah diterima. Program ini diharapkan menjadi pijakan bagi pekerja dan keluarganya untuk bangkit, kembali produktif, serta membangun kehidupan yang lebih mandiri.

Semangat tersebut juga sejalan dengan Asta Cita Ke-6 Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Melalui PEKA, perlindungan sosial diharapkan tidak hanya menjadi penopang ketika risiko terjadi, tetapi juga menjadi landasan bagi penerima manfaat untuk kembali produktif dan membangun kemandirian ekonomi.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, risiko yang dialami seorang pekerja dapat membawa perubahan besar terhadap kehidupan dan kondisi ekonomi keluarganya.

“Kita bisa membayangkan bagaimana beratnya ketika sebuah keluarga kehilangan orang yang selama ini menjadi tulang punggung mereka. Manfaat yang kami bayarkan tentu sangat berarti, tetapi kami ingin kehadiran BPJS Ketenagakerjaan tidak berhenti di sana. Kami ingin membantu mereka punya bekal untuk bangkit dan kembali menatap masa depan dengan lebih optimistis,” ujar Saiful.

Berita Terkait :  Komitmen Lestarikan Lingkungan, 2.000 Peserta Ikuti SIER Mangrove Eco Run 3.0

Menurutnya, PEKA menjadi bagian dari upaya memperkuat kehadiran negara dalam setiap fase kehidupan pekerja. Mulai dari memberikan perlindungan sebelum risiko terjadi, memastikan manfaat diterima saat risiko terjadi, hingga mendampingi pekerja dan keluarganya untuk kembali berdaya setelahnya.

“Bagi kami, perlindungan bukanlah sebuah titik akhir. Ada kehidupan yang harus terus berjalan setelah risiko terjadi. Karena itu, melalui PEKA kami ingin membuka kesempatan bagi penerima manfaat untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan perlahan membangun kembali sumber penghidupan yang mandiri,” tambahnya.

Pelaksanaan Soft Launching PEKA secara Nasional menjadi momentum untuk membawa semangat tersebut secara serentak kepada para penerima manfaat di berbagai daerah.

Program ini menyasar penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan, mulai dari ahli waris peserta hingga pekerja yang memasuki masa persiapan pensiun.

Bentuk kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan peserta serta potensi ekonomi di masing-masing wilayah. Program dapat mencakup peningkatan kompetensi, pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan dan usaha, maupun pendampingan yang membantu peserta mengembangkan keterampilan menjadi aktivitas produktif dan bernilai ekonomi.

Dalam pelaksanaannya, BPJS Ketenagakerjaan mengedepankan sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, komunitas, serta berbagai mitra strategis lainnya.

“Kami tidak ingin mereka sekadar selesai mengikuti pelatihan. Harapannya, keterampilan yang didapat benar-benar bisa menjadi jalan untuk memperoleh penghasilan dan membuat mereka semakin mandiri. Untuk mewujudkan itu, tentu BPJS Ketenagakerjaan tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi banyak pihak untuk bersama-sama membuka jalan bagi mereka,” jelas Saiful.

PEKA Menjangkau Berbagai Daerah di Jawa Timur

Di Jawa Timur, pelaksanaan PEKA terus diperluas ke sejumlah wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan. Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Irvansyah Utoh Banja mengatakan, hingga saat ini sejumlah kantor cabang telah melaksanakan program tersebut dengan bentuk kegiatan yang disesuaikan dengan karakteristik daerah dan kebutuhan penerima manfaat.

“Setelah empat cabang seperti Malang, Banyuwangi, Tuban dan Sidoarjo, hari ini giliran cabang se-Surabaya Raya, Pamekasan dan Jombang, serentak menggelar program PEKA. Pelatihannya mulai dari handicraft, literasi keuangan hingga peternakan ayam petelur,” ujar Irvansyah.

Berita Terkait :  Gotrade Gelar Roundtable, Tekankan Literasi Saham dan Kewaspadaan Investor Hadapi Pasar Global

Menurutnya, keberagaman bentuk kegiatan tersebut menunjukkan bahwa PEKA dirancang untuk memberikan ruang bagi penerima manfaat dalam mengembangkan potensi yang dimiliki sesuai dengan peluang ekonomi di daerah masing-masing.

Di Kota Surabaya, pelaksanaan PEKA diikuti oleh 25 penerima manfaat yang merupakan ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kegiatan difokuskan pada pembuatan kerajinan handicraft dan literasi keuangan, sebagai bekal untuk meningkatkan keterampilan sekaligus pemahaman dalam mengelola keuangan dan mengembangkan aktivitas ekonomi.

Kegiatan tersebut terselenggara melalui kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan bersama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) Tbk. Pelaksanaan kegiatan turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya Rini Indriyani, yang merupakan istri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, sekaligus Bunda PAUD Kota Surabaya dan Ketua Umum Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Surabaya.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa Ryan Gustaviana mengatakan, kegiatan yang diberikan kepada para ahli waris diharapkan tidak berhenti pada proses pelatihan, melainkan dapat dilanjutkan melalui pendampingan dan penguatan akses agar keterampilan tersebut memberikan hasil yang nyata.

“Harapannya, pemberdayaan tidak berhenti setelah pelatihan, tetapi terus berlanjut melalui pendampingan dan kolaborasi sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap kemandirian ekonomi para penerima manfaat,” ujar Ryan.

Dukungan terhadap keberlanjutan program juga disampaikan Kepala Kantor Cabang Bank BJB Surabaya Einz R Ohndy. Menurutnya, BJB memiliki program yang dapat menjadi kelanjutan bagi peserta setelah mengikuti PEKA.

“Kebetulan kami punya Program PESAT (Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu), jadi para alumni Program PEKA ini nantinya bisa diikutkan ke program PESAT kami,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut membuka peluang bagi penerima manfaat untuk mendapatkan akses lanjutan setelah menyelesaikan rangkaian PEKA, sehingga keterampilan yang telah diperoleh dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda Dorong Keberlanjutan PEKA

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda Teldi Rusnal menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan PEKA sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat perlindungan kepada peserta dan keluarganya, khususnya melalui penguatan kapasitas dan akses terhadap peluang ekonomi.

Berita Terkait :  Saling Sinergi, Bank Jatim dan Bank Banten Bahas Kelanjutan Kerja Sama

“PEKA merupakan bentuk nyata komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada peserta dan keluarganya. Kami tidak hanya ingin memastikan hak peserta terpenuhi ketika risiko terjadi, tetapi juga mendorong penerima manfaat memiliki kemampuan untuk bangkit dan menentukan kembali arah kehidupannya secara mandiri,” ujar Teldi.

Menurut Teldi, setiap penerima manfaat memiliki latar belakang, kemampuan, dan potensi yang berbeda. Karena itu, pendekatan yang diberikan perlu disesuaikan dengan kondisi serta peluang yang tersedia di masing-masing wilayah.

“Dengan pembekalan yang tepat, keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat berkembang menjadi kegiatan produktif maupun peluang usaha yang memberikan nilai tambah bagi keluarga. Kami berharap PEKA dapat menjadi awal dari proses yang berkelanjutan, sehingga pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Teldi.

Ia menilai dukungan lintas sektor menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan program dapat memberikan dampak jangka panjang. Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda akan terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, perbankan, perguruan tinggi, komunitas, maupun mitra lainnya.

“Kolaborasi menjadi kunci agar program ini memberikan hasil yang nyata. Kami ingin membuka akses yang lebih luas bagi penerima manfaat, baik dalam memperoleh keterampilan, mengembangkan usaha, maupun mendapatkan pendampingan. Dengan demikian, perlindungan yang diberikan dapat menjadi modal untuk tumbuh dan membangun kemandirian ekonomi,” tutup Teldi.

Melalui PEKA, BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat komitmennya untuk menghadirkan perlindungan yang tidak hanya memberikan rasa aman ketika risiko terjadi, tetapi juga membuka kesempatan bagi penerima manfaat untuk kembali produktif.

Semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan Value Beyond Protection, bahwa setiap manfaat yang diberikan diharapkan mampu menjadi pijakan untuk bangkit, berkembang, dan melanjutkan kehidupan dengan lebih mandiri. [geh.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!