Kab. Probolinggo, Bhirawa –Kebakaran vegetasi kembali terjadi di kawasan Cemoro Lawang, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Kamis (27/8/2026). Api yang muncul sejak Rabu (26/8/2026) malam tersebut membakar lereng timur Jembatan Kaca Bromo Sky Bridge dan terus merambat akibat tiupan angin serta kondisi vegetasi yang kering.
Kebakaran ini terjadi hanya sekitar sepuluh hari setelah Posko Penanganan Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ditutup pada 17 Agustus 2026.
Api terlihat dari kawasan lereng menuju Jembatan Kaca hingga sekitar permukiman warga. Kobaran api juga bergerak mendekati sejumlah fasilitas wisata, di antaranya Homestay Tengger Indah, Apsara Bromo Cafe dan vila-vila yang berada di sekitar kawasan tersebut.
Karyawan Jembatan Kaca, Hoyrudin Anang, mengatakan api pertama kali terlihat pada Rabu malam. Saat itu, kobaran masih berada di bagian bawah lereng.
“Api sudah terlihat menyala sekitar pukul 21.00 tadi malam, Rabu (26/8/2026). Awalnya masih di bawah lereng,” ujarnya.
Sepanjang malam, api terus merambat ke bagian atas lereng. Kondisi angin yang cukup kencang dan vegetasi kering membuat kobaran api cepat meluas.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, membenarkan adanya kebakaran tersebut. Tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pengendalian api.

“Petugas sudah kami terjunkan. Saya sendiri sedang persiapan menyusul personel yang lebih dulu berada di lapangan,” katanya.
Proses pemadaman tidak mudah. Selain medan yang curam, akses menuju sumber api juga terkendala longsor yang terjadi di sekitar lokasi. Kondisi tanah yang labil membuat petugas harus berhati-hati saat mendekati titik kebakaran.
Kapolsek Sukapura, Iptu Djuwantoro Setyowadi, mengatakan keterbatasan akses menuju sumber air dan suplai air menjadi salah satu kendala pemadaman.
“Selain itu, hembusan angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat membesar dan merambat membakar vegetasi yang berada di kawasan tebing Cemoro Lawang,” jelasnya.
Kemiringan tebing yang hampir mencapai 90 derajat juga membuat proses pemadaman harus dilakukan secara hati-hati. Petugas gabungan dari Polres Probolinggo, Kodim 0820, BPBD dan relawan masih berupaya mengendalikan api agar tidak meluas ke kawasan lain.
Dukungan suplai air juga datang dari pengusaha restoran dan hotel di sekitar lokasi. Truk dari Resto Lava View dan Manis Ae membantu memasok air untuk unit pemadam yang telah disiagakan TNI AD.
Manager Jembatan Kaca Seruni Point, Bambang Heri Wahyudi, mengapresiasi dukungan dari pelaku usaha sekitar.
“Terima kasih untuk kawan-kawan resto setempat, dukungan airnya,” ujarnya.

Air yang didatangkan tersebut kemudian digunakan untuk mengisi unit pemadam dan membantu penyemprotan pada titik-titik api yang masih terbakar.
Kebakaran juga sempat terjadi di kawasan Bukit Sentong pada Rabu (26/8/2026) dan berhasil dipadamkan. Namun, sehari berselang, kebakaran kembali muncul di kawasan Cemoro Lawang dengan lokasi yang lebih dekat dengan fasilitas wisata dan aktivitas masyarakat.
Hingga Kamis siang hari, petugas masih melakukan pemadaman dan pengendalian api. Belum ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Masyarakat dan wisatawan diimbau menjauhi area lereng yang terdampak kebakaran serta mengikuti arahan petugas di lapangan. [fir.kt]



