Bojonegoro, Bhirawa – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mendorong gerakan penghijauan dan reboisasi hutan melalui penanaman satu juta pohon pada 2027. Program ini menjadi bagian dari upaya memulihkan kawasan hutan yang gundul, mengurangi dampak kekeringan, serta menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, saat menghadiri peluncuran Wisata TEKAD (Trip Edukasi, Kemah, Adventure, dan Dolanan) di Geosite Banyu Kuning, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, Sabtu (24/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Nurul menyoroti kondisi sejumlah kawasan hutan yang masih membutuhkan penghijauan. Menurut dia, pelestarian lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk penanaman kembali pohon di kawasan yang membutuhkan pemulihan.
“Pembangunan tidak cukup hanya dengan seremonial. Kita perlu aksi nyata untuk menjawab persoalan lingkungan di masyarakat. Karena itu, mari bersama-sama melakukan penanaman pohon dan menjaga kelestarian hutan,” pesannya.
Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus disertai langkah konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Karena itu, Pemkab Bojonegoro mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk merealisasikan program penghijauan secara terencana dan berkelanjutan. Gerakan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi juga mencakup pemeliharaan pohon hingga tumbuh dan memberikan manfaat ekologis.
Dukungan terhadap program tersebut disampaikan Asper BKPH Gondang, Tito Murbo Santoso. Pihak Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro disebut menyiapkan sekitar satu juta bibit pohon untuk mendukung kegiatan reboisasi, dengan rencana penanaman pada lahan seluas kurang lebih 2.300 hektare pada 2027.
Rencana penanaman akan dikoordinasikan bersama Perhutani, perangkat daerah terkait, para camat, pemerintah desa, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Masyarakat, komunitas, dan kalangan pendidikan juga diharapkan berpartisipasi dalam gerakan penghijauan tersebut.
Sebagai tahap awal, penanaman pohon direncanakan menyasar kawasan di sepanjang jalur menuju Desa Krondonan dan wilayah sekitarnya yang membutuhkan penghijauan. Penentuan lokasi akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak terkait agar pelaksanaan reboisasi sesuai kebutuhan dan kondisi lahan.
Pelaksanaan penanaman direncanakan menyesuaikan musim hujan, dengan Februari 2027 menjadi salah satu waktu yang diproyeksikan dalam koordinasi awal. Jadwal dan lokasi definitif akan ditetapkan melalui koordinasi antarpihak.
Pemkab Bojonegoro berharap gerakan ini menjadi agenda bersama yang berkesinambungan. Selain meningkatkan tutupan vegetasi, penanaman pohon diharapkan membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan memperkuat ketahanan lingkungan terhadap dampak kekeringan.
Upaya penghijauan juga dinilai berkaitan dengan pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal, termasuk Geosite Banyu Kuning. Kelestarian lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya tarik wisata alam sekaligus mendukung peluang ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Melalui sinergi pemerintah daerah, Perhutani, pemerintah desa, komunitas, pelajar, dan masyarakat, gerakan reboisasi diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kelestarian alam Bojonegoro.
Nurul Azizah mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif dalam menjaga hutan dan lingkungan. Keberhasilan program penghijauan, menurut dia, tidak hanya ditentukan oleh jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga oleh konsistensi perawatan agar pohon dapat tumbuh dan mendukung terwujudnya kawasan hutan yang hijau dan lestari. [bas.kt]




