33.7 C
Sidoarjo
Sunday, October 25, 2026
spot_img

PGN Gencarkan Edukasi Keselamatan Gas Bumi, Target 59.900 Sambungan di Surabaya

Bojonegoro,Bhirawa – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus memperluas edukasi mengenai manfaat dan keselamatan penggunaan gas bumi bagi masyarakat Kota Surabaya. Langkah ini dilakukan seiring pengembangan jaringan gas bumi (jargas) untuk rumah tangga yang ditargetkan mencapai 59.900 sambungan selama periode 2025–2026.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi bagi pelanggan dan calon pelanggan di Kelurahan Lontar, Surabaya, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan PGN melalui Sales and Operation Region III (SOR III) Area Surabaya itu menjadi sosialisasi ketujuh sepanjang 2026.

Area Head Surabaya PGN SOR III, Arief Nurrachman, mengatakan kegiatan sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat gas bumi, ketersediaan layanan jaringan, proses penyambungan, serta tata cara penggunaan yang aman sesuai prosedur.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat semakin mengenal manfaat gas bumi, memahami aspek keselamatan penggunaannya, sekaligus memperoleh informasi mengenai layanan jaringan gas bumi yang tersedia di wilayahnya,” ujar Arief.

Menurut dia, sosialisasi menjadi sarana komunikasi langsung antara PGN dan masyarakat, baik pelanggan yang telah menggunakan gas bumi maupun calon pelanggan yang ingin memanfaatkan layanan tersebut. Edukasi keselamatan menjadi perhatian utama agar masyarakat memahami prosedur penggunaan gas bumi dengan benar.

Kegiatan di Kelurahan Lontar dikemas secara interaktif melalui senam bersama, lomba mewarnai bagi anak-anak tingkat taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD), serta lomba memasak menggunakan gas bumi. Melalui kegiatan tersebut, PGN berupaya memperkenalkan gas bumi sebagai salah satu alternatif energi rumah tangga yang praktis sekaligus memberikan pemahaman mengenai pemasangan dan keselamatan penggunaannya.

Berita Terkait :  Pastikan Mudik Aman, KAI Daop 7 Madiun Edukasi Pengguna Jalan di Perlintasan Sebidang

Arief menjelaskan, pengembangan jaringan gas bumi di Jawa Timur telah berlangsung sejak 1996 dan terus diperluas secara bertahap. Untuk Kota Surabaya, PGN menjalankan penugasan pengembangan jargas dengan target 59.900 sambungan pada periode 2025–2026.

Hingga saat ini, realisasi pengembangan tersebut telah mendekati 50.000 sambungan. Menjelang akhir 2026, PGN terus mengintensifkan sosialisasi guna meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai layanan gas bumi dan mekanisme penyambungannya, sekaligus mendukung pencapaian target pengembangan yang telah ditetapkan.

Khusus di Kelurahan Lontar, terdapat sekitar 4.500 sambungan dalam target pengembangan jargas periode 2025–2026. Namun, jaringan gas bumi belum menjangkau seluruh wilayah kelurahan sehingga pemasangannya dilakukan secara bertahap sesuai perencanaan.

Kelurahan Lontar memiliki sekitar 30.000 rumah tangga yang tersebar di 16 rukun warga (RW). Pada 2026, pemasangan jaringan gas bumi sedang berlangsung di lima RW. Sementara itu, PGN telah mengusulkan perluasan jaringan di 10 RW untuk 2027, dengan pelaksanaan menyesuaikan perencanaan dan persetujuan program terkait.

“Pada 2026, terdapat lima RW yang sedang dalam proses pemasangan jaringan gas bumi. Untuk pengembangan selanjutnya, kami juga telah mengusulkan perluasan jaringan di 10 RW pada 2027,” kata Arief.

Ia menambahkan, sosialisasi dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat kelurahan, RW, hingga rukun tetangga (RT). Pendekatan tersebut diharapkan dapat memastikan masyarakat memperoleh informasi yang memadai mengenai manfaat layanan, tahapan pemasangan, serta keselamatan penggunaan gas bumi.

Berita Terkait :  RS BHC Run 2026, Padukan Sport Tourism dan Keindahan Alam Kabupaten Sumenep

Selain Kelurahan Lontar, pengembangan jaringan gas bumi di Surabaya juga mencakup sejumlah wilayah lain, di antaranya Kandangan, Sememi, Simo Mulyo Baru, Manukan Kulon, Manukan Wetan, Gunung Anyar, Menur, dan Mojo.

PGN berharap kegiatan sosialisasi dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan gas bumi. Kolaborasi dengan pemerintah daerah juga terus diperkuat untuk mendukung perluasan akses energi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mengutamakan keselamatan.

Sementara itu, Lurah Lontar, Iwan Ahmadi, mengatakan masyarakat menyambut positif pengembangan jaringan gas bumi di wilayahnya. Namun, pelaksanaan pemasangan tetap harus mengikuti tahapan pengembangan dan program yang telah ditetapkan pemerintah.

“Warga kami sebenarnya sangat antusias. Mereka sudah memahami kenyamanan dan aspek keselamatan penggunaan gas bumi. Hanya saja, karena ini merupakan program pemerintah, pemasangannya tidak bisa dilakukan sekaligus dan harus bertahap,” ujar Iwan.

Ia berharap jaringan gas bumi dapat menjangkau lebih banyak warga, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tersebar di berbagai RW di Kelurahan Lontar. Menurut dia, tersedianya akses gas bumi diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi kegiatan usaha masyarakat.

“Harapan kami, ke depan jaringan gas bumi bisa menjangkau seluruh warga. Di setiap RW terdapat UMKM. Dengan tersambungnya jaringan gas bumi, kami berharap kegiatan usaha masyarakat bisa lebih efisien, aman, dan nyaman,” katanya.

Melalui sosialisasi yang berkelanjutan dan pengembangan jaringan secara bertahap, PGN berkomitmen mendukung perluasan akses gas bumi bagi masyarakat Surabaya. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai pemanfaatan energi gas bumi sekaligus memperkuat penerapan aspek keselamatan bagi pelanggan rumah tangga dan pelaku usaha.[bas.kt]

Berita Terkait :  Tebar Kebahagiaan, BRI Regional Malang Bagikan Sembako ke Panti Werdha

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!