33.7 C
Sidoarjo
Sunday, October 25, 2026
spot_img

Bisa Hidup Mandiri dan Keluar dari Garis Kemiskinan, 116 UMKM Kota Mojokerto Terima Bantuan Kemensos RI

Kota Mojokerto, Bhirawa — Guna mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu hidup mandiri dan keluar dari garis kemiskinan, sebanyak 116 pelaku UMKM di Kota Mojokerto menerima bantuan usaha senilai Rp5 juta per penerima dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Penyerahan tahap pertama dilakukan langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, yang turut mendampingi penerima bantuan sosial Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) berbelanja kebutuhan sarana dan prasarana usaha di salah satu pasar tradisional Kota Mojokerto, Sabtu (24/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Ika mendampingi dua penerima sekaligus, yakni Lilik dan Supiyah, warga Kelurahan Kauman dan Kelurahan Pulorejo. Keduanya merupakan pelaku usaha mikro yang setiap hari berjuang menopang perekonomian keluarga melalui usaha pembuatan jajanan.

“Beliau berdua ini adalah perempuan-perempuan tangguh, pejuang keluarga. Setiap hari harus bangun dini hari untuk membuat jajanan, kemudian dititipkan atau bahkan dijual sendiri demi memperjuangkan ekonomi keluarga,” ujar Wali Kota Ika Puspitasari, akrab disapa Ning Ita.

Lilik dan Supiyah merupakan bagian dari 116 pelaku UMKM yang diusulkan menerima bantuan sosial senilai Rp5 juta dari Kemensos RI. Dana tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana penunjang usaha, agar kegiatan ekonomi penerima dapat berkembang lebih baik.

Ning Ita menegaskan, bantuan sosial ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan instrumen pemberdayaan agar masyarakat mampu meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.

Berita Terkait :  Sosialisasi Calon Mitra Dapur MBG, Kadin Jatim Dorong Kolaborasi Dunia Usaha

“Semoga dengan bantuan ini, modal usaha mereka bertambah. Jika ekonominya meningkat, tentu diharapkan mereka dapat keluar dari garis kemiskinan dan hidup lebih sejahtera ke depannya,” harapnya.

Ia menambahkan, mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat merupakan komitmen Pemerintah Kota Mojokerto untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok di desil bawah.

Bagi Lilik dan Supiyah, bantuan ini menjadi harapan baru untuk melengkapi kebutuhan usaha sekaligus menunjang kehidupan keluarga. Keduanya mengaku sangat senang, terlebih bantuan ini diajukan melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

“Senang sekali. Ini pertama kalinya saya dapat bantuan seperti ini,” ungkap Lilik dengan antusias.

Sementara itu, Supiyah menceritakan bahwa dirinya telah menunggu sekitar dua tahun sejak pengajuan bantuan tersebut. “Alhamdulillah, akhirnya dapat. Kemarin prosesnya memang sekitar dua tahun,” ucapnya penuh syukur.

Tidak hanya berbelanja perlengkapan usaha, Ning Ita juga menemani keduanya membeli kebutuhan pokok seperti gula dan minyak untuk menunjang kebutuhan produksi maupun kebutuhan rumah tangga. Keduanya pun berdoa agar Wali Kota senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran dalam memimpin Kota Mojokerto.

Melalui penguatan usaha produktif dan pendampingan yang berkelanjutan, para penerima manfaat diharapkan dapat mengembangkan usahanya, meningkatkan pendapatan keluarga, serta mencapai kemandirian ekonomi secara bertahap. [min.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!