32 C
Sidoarjo
Wednesday, April 15, 2026
spot_img

Bedah Buku “Dibalik Layar Demokrasi”, Pengalaman Hampir Dua Dekade Komisioner KPU Jatim

Momen bedah buku ‘Dibalik Layar Demokrasi’ karya Miftahur Rozaq di Aula Pondok Pesantren Asyirojiah, Sampang.

Sampang, Bhirawa

Pengalaman hampir dua dekade mengawal proses demokrasi di Jawa Timur menginspirasi Komisioner KPU Jatim, Miftahur Rozaq, untuk menulis buku berjudul “Dibalik Layar Demokrasi: Refleksi Penyelenggara dan Kepercayaan Publik”. Buku tersebut resmi dibedah di Aula Pondok Pesantren Asyirojiah, Sampang, Sabtu (11/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., Anggota DPR RI Slamet Ariyadi, jajaran Forkompinda Sampang, serta perwakilan dari KPU dan Bawaslu, baik tingkat provinsi maupun kabupaten. Hadir pula aktivis organisasi dan berbagai tokoh masyarakat.

Dalam paparannya, Miftahur Rozaq menjelaskan bahwa buku ini hadir untuk merekam sisi lain dari penyelenggaraan pemilu yang seringkali tidak terlihat oleh publik.

“Hampir dua dekade saya menjadi penyelenggara pemilu, banyak kerja-kerja demokrasi yang dilakukan secara ‘sunyi’ demi memastikan kepentingan publik berjalan sesuai aturan. Padahal, pemilu tidak hanya soal pencoblosan di hari H, tapi ada banyak tahapan panjang yang harus dilalui,” ujar Miftahur.

Ia menegaskan, menjadi penyelenggara pemilu membutuhkan mental yang kuat. “Kita harus siap disalahkan, dikritik, bahkan diintimidasi. Namun di tengah semua itu, kita wajib tetap menjaga integritas dan berpegang teguh pada regulasi yang berlaku,” tegasnya.

Menurutnya, kualitas demokrasi di wilayah Madura khususnya terus mengalami peningkatan, baik dari segi penyelenggaraan maupun kesadaran hukum masyarakat dalam menyelesaikan perselisihan hasil.

Berita Terkait :  PKS Maksimalkan Kemenangan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim

Buku Jadi Referensi Berharga
Sementara itu, Rektor UTM Prof. Safi’ memberikan apresiasi tinggi atas karya tersebut. Ia menilai buku ini sangat penting dan layak dijadikan referensi, tidak hanya bagi kalangan akademisi, tetapi juga bagi praktisi penyelenggara pemilu.

“Buku ini fokus pada demokrasi dalam konteks penyelenggaraan pemilu, karena memang ditulis berdasarkan pengalaman langsung penulis selama belasan tahun. Jika ada yang bertanya kenapa tidak membahas demokrasi secara umum, jawabannya sederhana, ini adalah refleksi pengalaman nyata beliau,” jelas Prof. Safi’.

Ia pun mengajak semua pihak untuk tidak ragu berpendapat dan menulis. “Dalam demokrasi, perbedaan pandangan itu wajar. Namun, alangkah baiknya jika ketidaksepakatan itu juga dituangkan dalam tulisan atau karya ilmiah, sehingga menjadi tradisi keilmuan yang bermanfaat,” pungkasnya. [lis]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!