29.1 C
Sidoarjo
Friday, November 6, 2026
spot_img

Lapak Diundi, Pedagang Pasar Ngadiluwih Kabupaten Kediri Berharap Pembeli Kembali Ramai

Sejumlah pedagang mengikuti proses pengundian lapak Pasar Ngadiluwih, untuk menentukan tempat berjualan di bangunan pasar hasil revitalisasi, Jumat, (05/11/2026).

Kabupaten Kediri, Bhirawa. – Setelah dua tahun berjualan di tempat penampungan sementara, pedagang Pasar Ngadiluwih mulai bersiap menempati bangunan pasar hasil revitalisasi. Mereka berharap wajah baru pasar yang lebih bersih dan representatif mampu menarik lebih banyak pembeli sekaligus mendongkrak omzet penjualan.

Harapan tersebut mengiringi proses pengundian lapak yang kini berlangsung seiring penyelesaian revitalisasi pasar yang terbakar pada 2022 lalu. Para pedagang berharap bisa segera kembali berjualan di lokasi semula setelah cukup lama menjalankan usaha di Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS).

Siti Muzayanah, salah seorang pedagang pakaian, mengaku lebih senang jika bisa kembali berjualan di Pasar Ngadiluwih. Dia berharap kondisi pasar yang telah diperbarui membuat aktivitas perdagangan lebih ramai dibandingkan saat masih menempati TPPS.

“Saya lebih senang di sana (Pasar Ngadiluwih). Saya berharap pasarnya lebih ramai dan laris,” ujarnya, Jumat (6/11).

Harapan serupa disampaikan Rizal, pedagang ayam. Menurut dia, bangunan pasar yang kini lebih representatif diharapkan mampu meningkatkan daya tarik pembeli. Dia juga melihat geliat perdagangan di Pasar Wates sebagai gambaran bahwa pasar yang tertata dapat mendorong aktivitas ekonomi pedagang.

“Kita lihat ke depannya, semoga perpindahan ke pasar yang baru membuat ekonomi berjalan lebih baik lagi,” katanya.

Berita Terkait :  Jaga Kelanjutan Produksi Pupuk Nasional, Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Gas MDA-MBH dan WK Ketapang

Pasar Ngadiluwih hasil revitalisasi menyediakan 705 tempat berjualan yang terdiri dari kios, lapak, dan area foodcourt. Sementara jumlah pedagang yang tercatat dalam data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri mencapai 714 orang. Sebanyak 76 pedagang di antaranya masuk daftar tunggu.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan, pembagian zonasi pedagang telah dilakukan pada akhir Oktober. Saat ini, proses dilanjutkan dengan pengundian lapak berdasarkan zonasi yang telah ditetapkan.

Pengundian dilakukan untuk memastikan setiap pedagang memperoleh tempat berjualan secara adil dan menghindari perebutan lokasi.

“Setelah pengundian, dijadwalkan pada minggu kedua hingga keempat November, pedagang akan melakukan pembuatan sekaligus pemasangan lapak jualan,” jelas Tutik.

Sebelumnya, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta pembagian lapak dilakukan secara merata dan adil. Penataan tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada pedagang yang telah terdata untuk kembali menjalankan aktivitas perdagangan di pasar hasil revitalisasi.(van,nov.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!