Pemprov Jatim, Bhirawa. – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menjajaki pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur. Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus mengoptimalkan penyalurannya kepada masyarakat yang membutuhkan.
Penjajakan tersebut dilakukan melalui audiensi antara BAZNAS Jatim dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Rabu (4/11/2026). Pertemuan ini dihadiri Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Imam Hambali, Wakil Ketua II Afif Amrullah, Wakil Ketua III Amirotul Mu’minah, serta Wakil Ketua IV Syarif Hidayatullah. Sementara dari BI Jatim hadir Kepala Divisi Implementasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA), Yono Haryono, beserta jajaran.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Imam Hambali memaparkan program Nawa Pradana dan mekanisme pengelolaan dana UPZ. Ia menjelaskan, sebesar 70 persen dari dana yang disetorkan melalui UPZ dialokasikan untuk mendukung penyaluran kepada para mustahik di lingkungan instansi. “Melalui pembentukan UPZ, pengumpulan ZIS dapat dikelola secara lebih terarah. Dana yang terkumpul juga dapat memberikan manfaat langsung bagi para mustahik di lingkungan instansi,” jelasnya.
Selain penjajakan pembentukan UPZ, kedua pihak juga membahas peluang sinergi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Afif Amrullah menyampaikan, rencana program UMKM Subsisten Bank Indonesia memiliki keselarasan dengan program ekonomi produktif BAZNAS Jatim yang didukung alokasi pendistribusian sebesar 40 persen untuk sektor ekonomi. Menurutnya, kesamaan tujuan tersebut membuka peluang kolaborasi dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM.
Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim Syarif Hidayatullah menyatakan kesiapan pihaknya mendukung kegiatan keislaman di lingkungan Bank Indonesia, salah satunya melalui penyelenggaraan kajian keagamaan dengan menghadirkan dai. Pembentukan UPZ diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan kerja sama yang lebih luas, termasuk dalam pembinaan keagamaan.
Menanggapi penjajakan tersebut, Kepala Divisi Implementasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA) BI Jatim Yono Haryono menyampaikan, pihaknya memiliki sejumlah ruang kolaborasi melalui BI Religi Islam dan Divisi KABI yang berfokus pada pengembangan ekonomi syariah. Yono juga menjelaskan, Bank Indonesia telah menjalin kolaborasi dengan LMI dalam program pembiayaan Qardhul Hasan beserta pendampingannya. Selain itu, BI merencanakan pelaksanaan program UMKM Subsisten pada tahun mendatang.
Meski demikian, rencana pembentukan UPZ dan pengumpulan ZIS dari karyawan BI masih akan dikomunikasikan terlebih dahulu kepada pimpinan dan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk memperoleh arahan lebih lanjut.
Melalui penjajakan ini, BAZNAS Jatim berharap kerja sama dengan Bank Indonesia dapat segera ditindaklanjuti secara konkret. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperluas penghimpunan ZIS, tetapi juga memperkuat pendistribusian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat serta kesejahteraan umat.[ina.ca].


