29 C
Sidoarjo
Thursday, November 5, 2026
spot_img

Wali Kota Mojokerto Tekankan Integritas Sekolah, Pendidikan Antikorupsi Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

Pemkot Mojokerto, Bhirawa. – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan pentingnya membangun budaya integritas di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Pendidikan antikorupsi tidak cukup hanya disampaikan melalui slogan atau kampanye, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

Penegasan itu disampaikan Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, saat membuka kegiatan Implementasi Penguatan Karakter Pendidikan Antikorupsi dalam Mendukung Kokurikuler di Sunrise Hotel Mojokerto, Kamis (5/11).

Dalam kesempatan ini, Ning Ita mengingatkan bahwa komitmen integritas seluruh aparatur, termasuk tenaga pendidik dan pimpinan lembaga pendidikan, harus dibuktikan melalui pelaksanaan kerja yang terukur. Karena itu, para kepala sekolah didorong untuk mampu beradaptasi sekaligus menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai integritas di lingkungan masing-masing.

”Integritas itu tidak hanya sebatas slogan atau kampanye saja yang harus kita sampaikan, tetapi benar-benar diimplementasikan. Di awal pasti memang butuh penyesuaian, adaptasi. Tapi karena saya sebagai pengusaha itu terbiasa bekerja dengan target yang terukur, maka itu saya implementasikan ketika saya memimpin birokrasi ini,” tegas Ning Ita.

Ning Ita menjelaskan, keberhasilan pendidikan antikorupsi tidak bisa hanya bertumpu pada pembentukan karakter peserta didik. Penguatan tersebut juga harus didukung pembenahan tata kelola manajemen lembaga pendidikan melalui lima dimensi integritas.

Kelima dimensi itu meliputi pengelolaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), manajemen sumber daya manusia (SDM), serta optimalisasi layanan pendidikan gratis yang telah disediakan Pemerintah Kota Mojokerto.

Berita Terkait :  Mahasiswa UK Petra dan SUTD Rancang Solusi Digital untuk Koperasi SMB Surabaya

Menurut Ning Ita, keberhasilan membangun ekosistem pendidikan yang berintegritas membutuhkan kesamaan persepsi dan visi dari seluruh pihak yang terlibat. Mulai dari guru dan tenaga kependidikan, kepala sekolah sebagai pimpinan lembaga, hingga orang tua peserta didik.

”Ekosistem yang di dalamnya terdiri dari tiga komponen; para guru tenaga pendidik, pimpinan berarti panjenengan kepala sekolahnya dan juga orang tua. Tentu ini harus ada kesamaan persepsi dan kesamaan visi,” pesannya.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto tersebut diikuti 105 peserta. Mereka terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, perwakilan guru, serta pengawas dari jenjang PAUD, SD, dan SMP.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Mojokerto berharap nilai-nilai antikorupsi tidak hanya tertanam dalam karakter peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari budaya kerja dan sistem pengelolaan lembaga pendidikan.

Komitmen tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan capaian Indeks Integritas Pemerintah (IIP) yang menjadi salah satu tolok ukur evaluasi pemerintah pusat. Pemkot Mojokerto menargetkan capaian IIP sebesar 77,89.

Dengan penguatan integritas yang melibatkan seluruh ekosistem pendidikan, Pemkot Mojokerto berharap sekolah mampu menjadi ruang pembentukan karakter generasi yang jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas. Langkah ini juga menjadi kontribusi dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. [oky.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!