33.7 C
Sidoarjo
Wednesday, October 28, 2026
spot_img

Kadisnaker  Situbondo Minta Peserta  Pelatihan Barista Jaga Integritas dan Niat yang Baik

​Situbondo, Bhirawa – Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Situbondo, Suriyatno, S.H., memberikan pengarahan sekaligus pendampingan langsung kepada para peserta pelatihan barista yang lolos dalam tahap seleksi.

Dari total 64 pendaftar asal Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Situbondo, terpilih 16 orang peserta terbaik yang akan mengikuti pelatihan intensif. 

​Suriyatno mengungkapkan bahwa dirinya turut mengawal langsung proses seleksi untuk memastikan peserta yang terpilih benar-benar memiliki potensi di bidang perkopian (coffee). Ia juga berpesan kepada para peserta agar senantiasa meluruskan niat sejak berangkat dari rumah demi menggapai kesuksesan di masa depan.

​”Semuanya itu tergantung dari niat. Kalau teman-teman bismillah niatnya baik, insyaallah nanti baik sesuai dengan yang dicita-citakan. Sebaliknya, kalau niatnya tidak baik, maka akan memanen hasilnya setelah acara pelatihan ini selesai,” ujar Suriyatno di hadapan para peserta.

​Ia menekankan bahwa kesuksesan dalam dunia kerja maupun wirausaha tidak hanya bergantung pada kecerdasan intelektual semata, melainkan sangat ditentukan oleh integritas dan etika yang baik.

Menurutnya, orang yang pintar secara akademik namun tidak memiliki etika yang baik akan kalah bersaing dengan mereka yang memiliki etika unggul.

​”Integritas itu nomor satu, setelah itu ilmu yang dimiliki. Seringkali ada orang yang secara kemampuan layak menduduki jabatan tinggi karena kepintarannya, tapi tidak bisa menduduki posisi tersebut karena terkendala etika,” jelasnya.

Berita Terkait :  ITS Siap Beri Pendampingan Konsultasi Lembaga Pendidikan dan Ponpes Gratis

​Dalam kesempatan tersebut, Suriyatno juga memotivasi para peserta agar ke depannya mampu mempraktikkan ilmu yang didapat, baik dengan bekerja di perusahaan orang lain maupun merintis usaha kedai kopi secara mandiri. Ia mengingatkan para peserta yang kelak menjadi pemilik usaha (owner) agar menerapkan pelayanan prima dengan menempatkan konsumen layaknya raja.

​”Jaman sekarang sudah dibalik. Pemilik modal atau owner itu harus seperti pelayan, dan rajanya adalah orang yang datang atau tamu yang berkunjung ke kafe Anda,” pungkasnya.

Sementara itu Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Situbondo, Akhmad Yulianto, memberikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Dinas Ketenagakerjaan serta para peserta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang telah mengikuti kegiatan pelatihan barista.

“Kegiatan ini menjadi salah satu upaya penting dalam membekali generasi muda dengan keterampilan khusus di bidang perkopian,” ungkap PJ Sekda Yulianto.

​Dalam sambutannya, Akhmad Yulianto menceritakan pengalamannya saat memantau proses pelatihan dan bernostalgia mengenai perjalanannya di masa lalu setelah lulus kuliah. Ia juga membagikan kisah unik saat dirinya sempat mengunjungi kedai kopi dan mendapati seorang barista andal yang ternyata merupakan peserta pelatihan di masa lalu. 

​”Dulu waktu saya berkunjung ke kafe, pesannya lepas kuliah, ya jadi barista di kafe itu. Kemarin, saat saya diundang diuji di Situbondo, ternyata baristanya anak ini lagi. Orang yang sama,” ungkap Akhmad Yulianto di hadapan para peserta.

Berita Terkait :  DPRD Nganjuk dan Pemkab Dok Perubahan APBD 2026, Penataan Anggaran Fokus Program Prioritas

​Ia berpesan kepada para peserta agar memanfaatkan kesempatan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, potensi kopi lokal di Kabupaten Situbondo sangat luar biasa, mulai dari kawasan lereng Gunung Argopuro hingga wilayah sekitarnya yang memiliki karakteristik kopi khas dengan kualitas tinggi.

​”Kita punya kopi yang bervariasi. Di mana ada tempat di Situbondo yang tidak seluas kawasan Ijen-Raung, itu semuanya pemegang 10 dunia. Kalau panjenengan ke Kopi Kayumas, maka Kopi Kayumas itu pernah juara 1 dunia,” jelasnya. 

​Akhmad Yulianto juga menambahkan bahwa kunci kesuksesan dalam dunia kerja maupun wirausaha tidak hanya bertumpu pada kepintaran atau keterampilan semata, melainkan juga integritas dan etika yang baik.

“Saya berharap para peserta pelatihan barista ini dapat menjadi penggerak ekonomi lokal yang handal, berintegritas, serta mampu mengangkat potensi kopi khas Situbondo ke kancah yang lebih luas,” pungkas Akhmad Yulianto. [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!