Pemkot Probolinggo, Bhirawa – Pemerintah Kota Probolinggo mematangkan persiapan Mango Carnival of Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 29–31 Oktober 2026. Melalui agenda Ngopi Bareng Wartawan di halaman Pemkot Probolinggo, Selasa (27/10/2026) malam, Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengajak insan media dan pegiat media sosial bersinergi mempromosikan potensi daerah, khususnya sektor hortikultura dan pariwisata.
Dalam pertemuan yang dihadiri Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lucia Aries Yulianti, jajaran kepala perangkat daerah, serta para camat se-Kota Probolinggo tersebut, Aminuddin menyampaikan bahwa Mango Carnival of Indonesia menjadi salah satu upaya memperkuat identitas Kota Probolinggo sebagai Kota Mangga.
Menurut dia, penyelenggaraan tahun ini dikembangkan melalui rangkaian kegiatan yang tidak hanya menonjolkan karnaval, tetapi juga membuka ruang promosi produk unggulan, pertukaran pengetahuan, dan perluasan jejaring bisnis.
“Insyaallah nanti akan diikuti paling tidak 12 daerah dari seluruh Indonesia. Ini menjadi kesempatan untuk mengangkat Kota Probolinggo sebagai pusat budaya maupun pengembangan mangga,” ujar Aminuddin.
Pada 29 Oktober, rangkaian acara diawali kirab bertema mangga yang melibatkan puluhan peserta. Berdasarkan data persiapan panitia, sebanyak 30 peserta telah memastikan berpartisipasi. Selain kirab, kegiatan juga diisi National Mango Forum yang membahas pengembangan komoditas mangga, jejaring bisnis, dan inovasi teknologi dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Rangkaian kegiatan berlanjut pada 30 Oktober melalui Mango Fun Walk, sejumlah perlombaan, dan Festival Musik Duk-Duk di Stadion Bayuangga. Sementara pada 31 Oktober, agenda akan diisi sejumlah kegiatan, termasuk Lomba Senam Kreasi Line Dance.
Selama penyelenggaraan, National Mango Expo di Stadion Bayuangga juga akan menghadirkan 12 peserta, termasuk perwakilan dari Blora, Jember, Probolinggo, Situbondo, Pasuruan, Ngawi, dan Kediri, serta sejumlah perusahaan. Sejumlah daerah tersebut juga dijadwalkan berpartisipasi dalam National Mango Contest.
Pemkot Probolinggo turut mengundang sejumlah daerah lain, di antaranya Kota Pagar Alam, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Lamongan. Kehadiran perwakilan daerah tersebut diharapkan memperluas kerja sama antardaerah sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan mitra dan pasar potensial.
Aminuddin mengatakan, pengembangan Mango Carnival of Indonesia tidak berhenti pada penyelenggaraan acara tahunan. Pemkot ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana memperkuat daya saing mangga Probolinggo melalui pengembangan produk, pengolahan pascapanen, inovasi, dan promosi yang lebih luas.
Ia juga berharap promosi tersebut dapat membuka peluang perluasan pasar, termasuk akses pemasaran ke pasar internasional seperti Taiwan dan kawasan Timur Tengah. Menurut dia, meskipun produksi mangga Kota Probolinggo tidak sebesar sejumlah daerah lain, nama Probolinggo telah dikenal luas sebagai daerah penghasil mangga.
“Dengan semangat ini, kita ingin Kota Probolinggo bukan hanya dikenal dengan mangganya, tetapi juga menjadi kota yang setiap rumahnya memiliki pohon mangga,” katanya.
Selain membahas agenda mangga, forum Ngopi Bareng Wartawan juga menyoroti penguatan infrastruktur digital melalui penambahan 30 titik akses Wi-Fi gratis di sejumlah lokasi strategis. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Probolinggo Lucia Aries Yulianti menjelaskan, penambahan tersebut merupakan tindak lanjut program Kota Probolinggo Bersolek untuk memperluas pemerataan akses internet masyarakat.
Sebelumnya, Pemkot Probolinggo melalui Diskominfo telah memasang 11 titik Wi-Fi gratis di Super Koridor Suroyo dan sebagian Jalan Panglima Sudirman, serta 10 titik di Super Koridor Cokroaminoto dan Bundaran Gladak Serang. Melalui Perubahan APBD 2026, sebanyak 30 titik tambahan dipasang di sejumlah lokasi, antara lain Jalan Panglima Sudirman, Jalan Mastrip, Jalan Slamet Riyadi, pasar tradisional, Stadion Bayuangga, Mal Pelayanan Publik, Kawasan Mata Air Kampung Seni, Sentong, RTH Maramis Barat, Pertigaan SMP 4, kawasan Masjid Laweyan, Simpang Pasar Sumber Wetan, dan Simpang Tugu Wonoasih.
Aminuddin berharap keberadaan akses internet gratis tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung kegiatan pendidikan, pemasaran produk UMKM, serta transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
“Penyediaan 30 titik baru ini merupakan investasi strategis dalam pembangunan infrastruktur digital daerah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan transaksi digital dan memperluas pemasaran produk UMKM melalui platform digital,” ujarnya.
Melalui forum Ngopi Bareng Wartawan, Pemkot Probolinggo berharap media dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi pembangunan secara luas dan berimbang.
Sinergi tersebut juga diharapkan membantu memperkenalkan agenda daerah sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan potensi lokal. [fir.kt]




