26.2 C
Sidoarjo
Saturday, October 24, 2026
spot_img

Wagub Jatim Dorong Pemberdayaan Masyarakat dan Partisipasi Perempuan dalam Pembangunan

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam Rakernas IV PSI di Hotel Tunjungan Surabaya serta Musda dan Rakerda DPD Srikandi Jaga Desa Provinsi di Hotel Lynn, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (24/10),

Pemprov Jatim. Bhirawa. – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengajak organisasi kekerabatan dan kemasyarakatan memperkuat kontribusi dalam pembangunan Jawa Timur melalui penguatan kerukunan, pemberdayaan masyarakat, serta perluasan partisipasi perempuan dan generasi muda.

Pesan tersebut disampaikan dalam dua kegiatan pada Sabtu (24/10), yakni Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV Punguan Silauraja Indonesia (PSI) di Hotel Tunjungan Surabaya serta Musyawarah Daerah (Musda) dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Srikandi Jaga Desa Provinsi Jawa Timur di Hotel Lynn, Kabupaten Mojokerto.

Dalam kedua forum tersebut, Emil menekankan pentingnya menerjemahkan semangat kebersamaan dan jejaring organisasi menjadi program nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan memperluas manfaat pembangunan sekaligus memperkuat ketahanan sosial.

Saat menghadiri Rakernas IV PSI, Emil mengapresiasi komitmen organisasi dalam merawat persaudaraan dan melestarikan adat budaya Batak. Menurutnya, organisasi kekerabatan memiliki modal sosial yang dapat dikembangkan untuk memperkuat solidaritas serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya mengapresiasi keluarga besar Punguan Silauraja Indonesia yang terus merawat persaudaraan dan melestarikan budaya. Kecintaan terhadap budaya leluhur perlu berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap keberagaman,” ujar Emil.

Berita Terkait :  Biro Perekonomian Setdaprov Jatim Sebut EJSC Malang Jadi Wadah Kolaborasi Talenta Digital dan Ekonomi Kreatif

Ia menegaskan, keberagaman suku, agama, bahasa, dan adat istiadat merupakan kekuatan bangsa yang perlu dirawat melalui sikap saling menghargai dan persatuan. Semangat tersebut harus ditopang komitmen terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Jawa Timur adalah rumah bersama bagi masyarakat dari berbagai latar belakang. Karena itu, kerukunan harus terus kita jaga melalui dialog, kepedulian, dan kerja sama antarkomunitas,” katanya.

Selain menjaga kerukunan, Emil mendorong PSI berperan dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter, terampil, dan berdaya saing. Merujuk data Survei Penduduk Antarsensus (SUPAS) 2025 dalam materi sambutannya, sebanyak 69,28 persen penduduk Jawa Timur berada pada kelompok usia produktif, yakni 15–64 tahun.

Potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, pengembangan kewirausahaan, serta pemberian ruang kepemimpinan bagi generasi muda. Perhatian terhadap kelompok lanjut usia juga perlu diperkuat melalui dukungan sosial, kesehatan, dan pewarisan nilai antargenerasi.

“Jejaring kekeluargaan dapat menjadi kekuatan untuk meningkatkan kapasitas generasi muda sekaligus memperkuat kepedulian terhadap generasi terdahulu. Kita perlu membuka kesempatan bagi anak-anak muda untuk berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dari sisi ekonomi, Emil menyampaikan bahwa perekonomian Jawa Timur pada Semester I 2026 tumbuh 5,84 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,45 persen, sebagaimana tercantum dalam materi sambutannya.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut perlu diikuti perluasan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Organisasi kekerabatan dapat mengambil peran melalui penguatan usaha mikro dan kecil, peningkatan literasi digital, perluasan akses pasar, serta pengembangan kemitraan usaha.

Berita Terkait :  P-APBD Gagal Disahkan, Ribuan Tenaga Honorer Terancam Tidak Terima Gaji

“Organisasi kekerabatan memiliki jejaring dan modal sosial yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi. Melalui kolaborasi, pengembangan usaha, literasi digital, dan perluasan akses pasar, manfaatnya diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” jelasnya.

Emil berharap Rakernas IV PSI menghasilkan program kerja konkret dan berkelanjutan yang mencakup pelestarian budaya, penyiapan generasi penerus, pengabdian sosial, serta pemberdayaan ekonomi. Dukungan pendidikan, kepedulian terhadap lansia, dan bantuan bagi keluarga yang membutuhkan juga menjadi ruang kontribusi organisasi.

“Harapan kami, Rakernas ini menghasilkan program nyata yang semakin memperkuat persaudaraan, menjaga keberagaman, dan memberikan kontribusi bagi kemajuan Jawa Timur serta Indonesia,” pungkasnya.

Semangat memperluas keterlibatan masyarakat juga disampaikan Emil saat menghadiri Musda dan Rakerda DPD Srikandi Jaga Desa Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Mojokerto. Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya partisipasi perempuan untuk memastikan pembangunan desa mengakomodasi aspirasi dan kebutuhan warga.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam menyampaikan aspirasi, menggerakkan inisiatif masyarakat, serta mendukung pemanfaatan potensi lokal.

“Dalam pembangunan desa, kita ingin pembangunan yang partisipatif. Perempuan harus mendapatkan ruang untuk terlibat dan menyampaikan aspirasi dalam rembuk-rembuk pembangunan desa,” ujar Emil.

Ia menilai, penguatan partisipasi perlu diwujudkan melalui kesempatan mengambil peran nyata dalam merumuskan gagasan, mengembangkan potensi desa, dan menggerakkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Dengan adanya Srikandi Jaga Desa, kita berharap keterlibatan perempuan semakin kuat. Bahkan, perempuan bisa menjadi penggerak pembangunan desa,” katanya.

Berita Terkait :  Transformasi Alun-Alun Merdeka Dimulai, Bank Jatim Kucurkan Dana CSR Rp5 Miliar

Emil menambahkan, pembangunan desa yang partisipatif membutuhkan sinergi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat. Kerja sama tersebut diperlukan agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan riil warga serta membuka ruang bagi tumbuhnya inisiatif loka

Dalam hal ini, Srikandi Jaga Desa diharapkan menjadi mitra strategis dalam memperkuat peran perempuan dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan desa.

Musda dan Rakerda juga menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk menyusun arah program kerja serta membangun kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan di Jawa Timur.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap kebersamaan ini terus berkembang dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Yang terpenting, bagaimana kita bersama-sama mendorong pembangunan desa yang partisipatif,” tutur Emil.

Melalui penguatan jejaring organisasi, kepedulian sosial, serta partisipasi perempuan dan generasi muda, Emil berharap pembangunan Jawa Timur semakin inklusif dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat yang beragam.

“Semoga Allah SWT meridai ikhtiar mulia panjenengan semuanya,” tutupnya. [ara,min.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!