“ Wujudkan Ruang Aman Anak, 34 Ribu Peserta Deklarasikan Diri Perkuat Pencegahan dan Penyalahgunaan Teknologi “
Diskominfo Jatim, Bhirawa – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui program Perisai Anak. Penguatan tersebut ditandai dengan Deklarasi dan Edukasi Publik Serentak Perlindungan Anak di Ruang Digital bertema “Tumbuh Aman di Ruang Digital” yang melibatkan sekitar 34 ribu peserta, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jatim tersebut dilaksanakan secara serentak bersama 38 Dinas Kominfo kabupaten/kota se-Jatim. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai pelajar, organisasi kemasyarakatan, organisasi wanita, organisasi profesi, akademisi, pemuka agama hingga tokoh masyarakat.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI Meutya Hafid mengapresiasi langkah Pemprov Jatim bersama 38 kabupaten/kota dalam melaksanakan deklarasi dan edukasi publik melalui program Perisai Anak.
“Dari Jawa Timur kita perkuat langkah bersama untuk melindungi anak-anak Indonesia. Mari kita wujudkan komitmen ‘Tumbuh Aman di Ruang Digital’ agar setiap anak dapat bermain, belajar, dan meraih masa depannya dengan aman,” ujar Meutya.
Menurutnya, perlindungan anak di ruang digital tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sekolah maupun orang tua. Platform digital juga memiliki tanggung jawab dalam memastikan layanan yang digunakan anak aman.
Meutya menjelaskan, tanggung jawab tersebut diperkuat melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS.
“Pemerintah berkomitmen memperkuat pelindungan anak di ruang digital dengan menegaskan tanggung jawab platform digital melalui penyediaan layanan yang aman sejak dirancang (safety by design),” tegasnya.
Ia berharap Perisai Anak tidak berhenti sebagai deklarasi, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan untuk membangun ekosistem digital yang aman bagi anak. Upaya tersebut tetap membutuhkan dukungan pemerintah daerah, sekolah, orang tua dan masyarakat melalui pendampingan serta pembiasaan perilaku digital yang sehat.
Deklarasi serentak dipimpin Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur Dedi Irwansa. Deklarasi menjadi bentuk komitmen para pemangku kepentingan dalam mencegah dan menangani penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi terhadap anak.
“Kami, seluruh pemangku kepentingan pelindungan anak di ruang digital berkomitmen mendukung penyelenggaraan ekosistem pelindungan anak yang protektif, tertib, responsif, inklusif, terpadu, dan berkelanjutan,” jelas Dedi.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin mengajak seluruh peserta menjadikan deklarasi tersebut sebagai komitmen nyata untuk mengambil bagian dalam perlindungan anak di ruang digital.
Menurut Sherlita, keterlibatan seluruh pihak diperlukan agar upaya perlindungan anak dapat dilakukan secara bersama dan berkelanjutan. Pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan perlu mengambil peran dalam menciptakan ruang digital yang aman.
“Melalui deklarasi dan edukasi publik serentak ini, Pemprov Jatim mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga anak tetap aman saat mengakses ruang digital, sehingga mereka dapat belajar, bermain, berkreasi, dan mengembangkan potensi demi masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Deklarasi dan edukasi tersebut digelar secara online oleh Diskominfo Jatim serta offline, online dan hybrid di 38 kabupaten/kota. Masing-masing daerah menghadirkan narasumber yang berkompeten untuk memberikan edukasi mengenai perlindungan anak di ruang digital.
Dengan melibatkan sekitar 34 ribu peserta, Pemprov Jatim berharap gerakan Perisai Anak dapat memperkuat pencegahan penyalahgunaan teknologi, penanganan kasus, serta kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan ruang digital yang aman bagi anak.
“Kami mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga anak tetap aman saat mengakses ruang digital, sehingga mereka dapat belajar, bermain, berkreasi, dan mengembangkan potensi demi masa depan yang lebih baik,”pungkas Sherlita. [ina.kt]




