28.9 C
Sidoarjo
Thursday, October 22, 2026
spot_img

Pemkot Malang Tingkatkan Kapasitas Pemadaman dan Bagikan Masker

Pemkot Malang, Bhirawa. – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mempercepat penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang. Guna menjangkau titik api yang sulit diakses sekaligus meminimalkan dampak kepulan asap terhadap masyarakat, pasokan armada dan peralatan pemadaman ditambah hingga tiga kali lipat.

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, daya jangkau peralatan sebelumnya hanya mampu memadamkan area sepanjang 200 meter dalam tempo dua jam. Melalui penambahan sarana dan prasarana (sarpras), Pemkot menargetkan jangkauan pemadaman meningkat signifikan menjadi 400 hingga 600 meter per dua jam.

“Kami berupaya mendongkrak kapasitas penanganan dengan menambah peralatan dua sampai tiga kali lipat. Kebutuhan yang terdata mencakup sekitar 16 unit armada penyuplai air serta delapan unit alat injeksi air untuk menjangkau bara api di lapisan dalam yang sulit diakses,” ujar Ali saat meninjau lokasi, baru-baru ini.

Berdasarkan identifikasi visual sementara, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai delapan hektare, dengan bentang penanganan mencapai lebih dari 4.000 meter.

Ali menjelaskan, percepatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas daerah dan instansi. Sejumlah pihak yang diterjunkan meliputi jajaran Pemkot Malang, Pemerintah Kabupaten Malang, Pemerintah Kota Batu, jajaran TNI-Polri, hingga sektor swasta. Sinergi ini mencakup pengerahan armada tangki air, alat injeksi, tandon portabel, hingga pemetaan sumber air guna memastikan suplai tidak terputus.

Berita Terkait :  DPD RI Tekankan MoU Strategis untuk Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

Kendati demikian, tantangan geografis berupa kontur tebing curam di lokasi TPA sempat menyulitkan manuver kendaraan berat. Faktor cuaca terik, embusan angin kencang, serta vegetasi rumput kering turut mempercepat perambatan api.

“Pengambilan air sudah kami perhitungkan matang dari titik-titik sumber terdekat agar ritme pemadaman tidak terputus. Kami belajar dari peristiwa kebakaran terdahulu yang memakan waktu hingga dua pekan. Dengan sinergi lintas wilayah yang lebih solid ini, kami optimistis penanganan tuntas lebih cepat,” imbuhnya seraya menegaskan batas waktu pemadaman tetap bergantung pada dinamika di lapangan.

Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan dan Masker Gratis

Di samping fokus memadamkan kobaran api, Pemkot Malang memberi perhatian khusus terhadap ancaman gangguan pernapasan akibat kabut asap. Seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit daerah hingga puskesmas di Kota Malang, diinstruksikan bersiaga penuh.

Wawali Ali menegaskan bahwa pos layanan kesehatan gratis disiapkan secara inklusif tanpa membatasi sekat administratif wilayah, mengingat dampak asap turut dirasakan warga yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Malang.

“Kami memohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat dampak kebakaran ini. Puskesmas terdekat sudah disiagakan untuk memberikan pengobatan gratis. Jika ada warga, khususnya anak-anak atau kelompok rentan, yang mengalami keluhan pernapasan, segera periksakan diri,” tegasnya. Masker juga mulai dibagikan secara berkala kepada penduduk di lingkar terdampak.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, mengimbau publik untuk selalu memantau kualitas udara dan membatasi aktivitas luar ruang tanpa pelindung.

Berita Terkait :  Satpolairud Polres Situbondo Berhasil Evakuasi Dua ABK Tenggelam di Selat Madura

Menanggapi rumor pemicu insiden yang diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah di sisi selatan area TPA, Raymond menegaskan bahwa hal tersebut berada dalam ranah penyelidikan kepolisian.

“Terkait kepastian penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab, sepenuhnya menjadi kewenangan aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan. Fokus utama kami bersama tim gabungan saat ini adalah memastikan bara api padam total dan warga tertangani dengan baik,” tandas Raymond. [mut.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!