28.9 C
Sidoarjo
Thursday, October 22, 2026
spot_img

Peringatan HSN 2026, Bupati Sumenep Tekankan Tiga Bekal Santri Menuju Indonesia Emas

Pemkab Sumenep, Bhirawa. – Bupati Sumenep, dr. Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan santri harus memiliki tiga bekal utama untuk menghadapi tantangan zaman dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa, yakni penguasaan ilmu pengetahuan, akhlak mulia, dan kemandirian ekonomi.

Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting untuk menyiapkan santri sebagai generasi unggul yang mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Pesan itu disampaikan Fauzi saat bertindak sebagai pembina apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Peringatan tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Menurut Fauzi, santri memiliki potensi besar untuk berkiprah di berbagai sektor kehidupan. Karena itu, pendidikan pesantren perlu terus diperkuat agar mampu melahirkan generasi yang tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga memiliki wawasan luas, karakter kuat, serta keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Penguatan tradisi keilmuan harus menjadi perhatian utama.

Santri dituntut terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri agar mampu menghadapi perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta persaingan yang semakin kompleks.

“Teruslah menuntut ilmu dan jangan pernah berhenti belajar. Jadikanlah ilmu agama sebagai landasan kehidupan dan ilmu pengetahuan sebagai bekal untuk mengembangkan kemampuan diri,” kata Fauzi di hadapan peserta apel, Kamis (22/10).

Bupati dua periode tersebut menjelaskan, ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan untuk membentuk pribadi santri yang berwawasan luas, mampu berpikir kritis, serta tetap menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan.

Berita Terkait :  Dorong Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat, Bank Jatim Serahkan CSR Jamban Sehat ke Pemkab Sidoarjo

Dengan bekal tersebut, santri diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan tradisi pesantren. Mereka juga memiliki kesempatan yang sama untuk berkiprah di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pemerintahan, sosial kemasyarakatan, hingga dunia usaha.

Namun, penguasaan ilmu pengetahuan harus diimbangi dengan akhlak yang baik. Fauzi mengingatkan, kecerdasan dan kemampuan intelektual tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak disertai karakter, integritas, dan kepedulian terhadap sesama.

“Jagalah akhlak, muliakanlah orang tua, sayangilah sesama,” ujarnya.

Menurut dia, akhlak menjadi fondasi penting bagi santri ketika kelak terjun ke tengah masyarakat. Penghormatan kepada orang tua, kepedulian terhadap lingkungan, serta kesediaan membantu orang lain merupakan nilai yang harus terus dijaga dalam setiap aspek kehidupan.

Para santri harus mampu menjadi pribadi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga dapat dipercaya, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Keberhasilan santri tidak cukup diukur dari capaian akademik maupun penguasaan ilmu agama. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin dari perilaku, integritas, dan kontribusi yang diberikan untuk kepentingan bersama.

“Santri yang memiliki ilmu sekaligus akhlak mulia diharapkan dapat tampil sebagai pemimpin, pendidik, aparatur negara, pelaku usaha, maupun profesional yang membawa nilai-nilai kebaikan dalam menjalankan tanggung jawabnya,” paparnya.

Pesan ketiga yang ditekankan Fauzi adalah pentingnya membangun kemandirian ekonomi. Ia mendorong santri agar berani mengembangkan kreativitas, menguasai keterampilan baru, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan untuk membuka peluang usaha.

Berita Terkait :  Koramil 0815/08 Dawarblandong Edukasi Siswa Lewat Pendekatan Komunikatif

“Potensi santri perlu dikembangkan agar tidak hanya berkontribusi dalam bidang pendidikan dan keagamaan, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Menurut Fauzi, santri memiliki peluang untuk mengambil bagian dalam pengembangan ekonomi melalui berbagai bidang usaha. Dengan keterampilan dan kreativitas yang terus diasah, mereka dapat menciptakan produk bernilai tambah, membuka lapangan kerja, serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Kemandirian ekonomi tersebut juga penting agar santri memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi diri dan tidak selalu bergantung pada peluang yang tersedia. Mereka diharapkan berani berinovasi serta mampu membaca kesempatan di tengah perkembangan ekonomi yang semakin dinamis.

“Lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat perlu memperkuat kolaborasi dalam membuka ruang bagi santri untuk berkarya dan berinovasi,” katanya. Dukungan lintas sektor dinilai penting untuk memperluas kesempatan santri dalam memperoleh pelatihan keterampilan, mengembangkan usaha, serta meningkatkan kapasitas agar mampu bersaing di berbagai bidang.

Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap semangat Hari Santri tidak berhenti pada peringatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat karakter generasi muda, dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Dengan tiga bekal utama tersebut, santri diharapkan tidak hanya menjadi penjaga tradisi keagamaan, tetapi juga tampil sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Sumenep dan Indonesia,” imbuhnya.

Berita Terkait :  PEP Sukowati Field dan BPBD Tuban, Simulasikan Skenario Kebocoran Minyak di Pesisir Palang

Apel peringatan HSN 2026 diikuti para santri, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah elemen masyarakat.

Hadir juga dalam kegiatan itu Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim, bersama perwakilan Polresta, Kodim 0827, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, DPRD, Rutan Kelas IIB, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sumenep.

Suasana apel semakin semarak dengan lantunan Mars Syubbanul Wathon dan Mars Hari Santri yang membangkitkan semangat kebangsaan peserta. Momentum tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran santri dalam menjaga persatuan, merawat nilai kebangsaan, dan mengambil bagian dalam pembangunan menuju Indonesia Emas. [adv.sul]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!