28.9 C
Sidoarjo
Thursday, October 22, 2026
spot_img

Dosen ITS Bara: LCA Penting untuk Cegah Praktik Greenwashing


Surabaya, Bhirawa – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menekankan pentingnya penerapan Life Cycle Assessment (LCA) untuk menilai dampak lingkungan suatu produk secara menyeluruh sekaligus mencegah praktik greenwashing atau klaim ramah lingkungan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Greenwashing merupakan strategi pemasaran atau komunikasi yang membuat suatu produk seolah-olah ramah lingkungan, padahal dampaknya belum tentu sesuai dengan klaim yang disampaikan. Praktik tersebut dapat berupa klaim menyesatkan hingga penyampaian informasi yang hanya menonjolkan sisi positif tanpa menjelaskan dampak lingkungan secara keseluruhan.

Dosen Departemen Teknik Lingkungan Institut ITS Bara Awanda Marhendra ST MSc ETH menjelaskan, praktik tersebut berpotensi menyesatkan konsumen dalam menentukan pilihan produk. Konsumen dapat mengambil keputusan berdasarkan klaim yang tidak menggambarkan kondisi lingkungan secara menyeluruh. “Hal ini juga dapat dikategorikan sebagai bentuk penipuan,” ujarnya, Kamis (22/10).

Menurut Bara, LCA menjadi salah satu metode evaluasi untuk mengukur dampak lingkungan sepanjang daur hidup produk, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga pengelolaan produk setelah digunakan. Penilaian dilakukan melalui pengumpulan data, kuantifikasi dampak lingkungan, analisis hasil, dan interpretasi.

Penerapan LCA juga dapat membantu produsen meningkatkan transparansi kepada konsumen melalui Environmental Product Declaration (EPD) atau deklarasi lingkungan produk. Selain itu, hasil penilaian dapat digunakan sebagai bahan evaluasi internal perusahaan untuk menentukan aspek operasional yang perlu diperbaiki.

Berita Terkait :  Pemkab dan Capdin Gresik Gaspol, Lulusan SMK Tidak Boleh Nganggur

Dengan demikian, perusahaan dapat memprioritaskan langkah perbaikan berdasarkan besarnya dampak lingkungan yang ditimbulkan. Upaya tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dari strategi pemasaran, tetapi juga menghasilkan perubahan nyata dalam pengelolaan lingkungan.

Bara menyebut, penerapan LCA di industri Indonesia juga berkaitan dengan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER). LCA menjadi salah satu aspek yang digunakan dalam penilaian tertentu, termasuk kriteria untuk memperoleh peringkat Hijau dan Emas PROPER.

Meski demikian, penerapan LCA masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam menyeimbangkan kepentingan lingkungan dengan keberlanjutan usaha. Tanpa integrasi kebijakan, pengawasan, dan penegakan aturan yang memadai, praktik greenwashing berpotensi terus berlangsung.

Karena itu, dosen Laboratorium Teknologi Pengolahan Air ITS tersebut menilai perlu adanya peningkatan pemahaman produsen mengenai dampak greenwashing. Perusahaan juga perlu memastikan informasi lingkungan yang disampaikan kepada masyarakat didukung data dan penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, masyarakat diharapkan lebih kritis dalam memilih produk dengan tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga memperhatikan informasi mengenai dampak lingkungannya. Pemerintah pun perlu memperkuat kebijakan dan pengawasan agar perusahaan lebih bertanggung jawab dalam menyampaikan klaim lingkungan.

Bara berharap semakin banyak perusahaan yang terbuka dalam mengungkapkan dampak lingkungan dari produk maupun kegiatan operasionalnya. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!