28.9 C
Sidoarjo
Thursday, October 22, 2026
spot_img

Menggugah Kepedulian Kolektif Terhadap Tragedi Karhutla

Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bukan lagi sekadar siklus tahunan yang bisa kita maklumi. Setiap kali musim kemarau tiba, bentang alam kita berubah menjadi lautan api, sementara langit di atas pemukiman warga berselimut pekatnya kabut asap. Kita menyaksikan anak-anak kehilangan haknya untuk menghirup udara bersih, sekolah-sekolah yang terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar, hingga lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Karhutla adalah potret nyata krisis ekologis yang mendesak komitmen nyata dari seluruh elemen bangsa.

Akar masalah Karhutla sering kali berakar pada keserakahan manusia dan kelalaian sistemik. Pembukaan lahan dengan cara membakar masih menjadi pilihan murah bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, tanpa memikirkan dampak destruktif jangka panjang bagi keanekaragaman hayati dan kesehatan masyarakat. Hutan yang merupakan paru-paru dunia sekaligus benteng pertahanan iklim kita, musnah dalam hitungan jam akibat kelalaian ini.

Penegakan hukum yang tegas terhadap korporasi maupun individu yang terlibat mutlak diperlukan untuk memberikan efek jera. Namun, regulasi saja tidak akan cukup tanpa dibarengi oleh perubahan paradigma di tingkat akar rumput. Masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha harus bersinergi dalam melakukan mitigasi berbasis komunitas. Edukasi mengenai bahaya pembukaan lahan dengan cara membakar serta pengenalan metode pertanian berkelanjutan harus digalakkan hingga ke pelosok desa.

Kita tidak boleh menutup mata dan menganggap karhutla hanya urusan daerah yang terdampak langsung. Efek pelepasan emisi karbon dari lahan gambut yang terbakar berdampak pada perubahan iklim global yang kita rasakan bersama hari ini. Menjaga kelestarian hutan adalah tanggung jawab kolektif. Kepedulian kita hari ini menentukan kualitas hidup generasi masa depan. Mari bersama-sama memperkuat pengawasan, menolak produk yang merusak lingkungan, dan lantang menyuarakan kelestarian hutan demi bumi yang lebih sehat.

Berita Terkait :  Tanah Longsor Kagetkan Warga, Akses Menuju Pura Kota Batu Tertutup

Rachmawati Putri
Warga Sawunggaling, Surabaya

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!