28.4 C
Sidoarjo
Monday, October 19, 2026
spot_img

Kebakaran Gunung Arjuno-Ringgit Meluas, 5 KM Pipa Swadaya Terbakar Picu Ancaman Krisis Air Bersih Warga

Kabupaten Pasuruan, Bhirawa. – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo di lereng Gunung Arjuno dan Gunung Ringgit, Kabupaten Pasuruan, dilaporkan semakin meluas hingga, Senin (19/10).

Selain mengancam ekosistem konservasi, amukan si jago merah kini mulai memicu ancaman krisis air bersih bagi ribuan warga di lereng gunung. Hal ini terjadi setelah jaringan pipa air bersih swadaya masyarakat sepanjang 5 kilometer hancur dan lumer dilahap api. Meluasnya kebakaran kini berdampak langsung pada pasokan kebutuhan dasar masyarakat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kepulan asap tebal membubung tinggi dan terlihat jelas dari kejauhan sejak pagi hingga malam hari. Pemandangan mencemaskan tersebut paling terlihat dari wilayah Desa Dayurejo dan Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen. Kobaran api bahkan dilaporkan kian meluas di beberapa titik lereng sejak Senin dini hari WIB.

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini, membenarkan pertempuran memadamkan api masih terus berlangsung di sejumlah lokasi strategis kawasan Tahura.

”Untuk apinya belum padam. Pemadamannya ditempuh dengan jalur darat,” ujar Agustiningtyas kepada sejumlah wartawan, Senin (19/10).

Kepala Desa Jatiarjo, Muhammad Hudan Dardiri menjelaskan, kobaran api telah membakar dan merusak parah jaringan pipa air bersih yang membentang sepanjang 5 kilometer dari mata air pegunungan. Pipa-pipa itu selama ini menjadi urat nadi penyalur air bersih ke rumah-rumah warga di Desa Jatiarjo serta Dusun Talunongko, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen.

Berita Terkait :  Pemkab Probolinggo Kampanyekan Pantai Bersih di Gili Ketapang

”Pipa yang rusak menyalurkan air ke Desa Jatiarjo dan ke Dusun Talunongko, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen,” tutur Hudan Dardiri.

Menurut Dardiri, jaringan pipa tersebut sangat vital karena dibangun secara swadaya oleh masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kerusakan melanda beberapa jalur pipa induk, antara lain pada Jalur Banyu Udan ke Tandon Langkahan dengan pipa induk ukuran 5 inci (dim), 3 dim, dan 2 dim masing-masing sepanjang 750 meter. Lalu, di Jalur Mata Air Watu Susun ke Langkahan dengan Plpipa ukuran 2 dim sepanjang 3 ribu meter (3 kilometer). Tentu saja kerusakan berat pada infrastruktur swadaya ini membuat warga dibayangi ancaman krisis air bersih jika pemadaman dan perbaikan tidak bisa segera dilakukan.

”Semoga kebakaran segera padam sehingga kerusakan tidak semakin parah dan segera bisa diperbaiki,” papar Dardiri.

Sementara itu, Agustiningtyas menyampaikan, berdasarkan pendataan hingga Minggu (18/10), terhitung ada 27 hotspot atau titik api yang tersebar di wilayah Gunung Ringgit maupun Gunung Arjuno.

Di kawasan Gunung Ringgit, sebaran api melahap vegetasi di Blok Curah Lumut, Anjat, Sawahan Kesek, hingga Prangas. Adapun di Gunung Arjuno, titik api membakar area Blok Rangsang, Codo, Gumandar, Bulak, Putuk Bunder, Lembah Kijang, hingga Banyu Kuning.

”Jumlah hotspot-nya ada 27 titik api. Luas yang terbakar belum diketahui, masih proses pemadaman,” papar Agustiningtyas.

Berita Terkait :  Wali Kota Batu Ajak Pesantren Berkontribusi Seimbangkan Program Pembangunan

Sebagian besar vegetasi yang hangus dilalap api meliputi tanaman alang-alang, semak belukar, serta pepohonan cemara gunung. Di tengah sulitnya medan lereng gunung, upaya pemadaman hingga saat ini masih dilakukan secara manual lewat jalur darat.

Ketiadaan bantuan pemadaman udara (water bombing) menggunakan helikopter membuat tim gabungan harus bekerja ekstra keras di lapangan.

Petugas gabungan dari Tahura Raden Soerjo, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat berfokus membuat sekat bakar (firebreak) untuk membatasi ruang gerak api agar tidak semakin meluas, sembari melakukan pemadaman langsung pada titik-titik yang masih bisa dijangkau.

”Untuk water bombing belum ada. Kami optimalkan pemadamannya jalur darat,” jelas Agustiningtyas. [hil.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!