Pemkot Pasuruan, Bhirawa. – Pemkot Pasuruan semakin serius merancang program pembangunan daerah yang responsif terhadap kebutuhan generasi muda.
Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Kota Pasuruan yang ramah pemuda.
Langkah strategis tersebut diselaraskan dengan mengoptimalkan peran Karang Taruna sebagai motor penggerak pemberdayaan pemuda sekaligus garda terdepan penanganan masalah sosial di tingkat tapak.
Arah kebijakan tersebut disampaikan Mas Adi dapaan akrab Wali Kota saat menghadiri Temu Karya Karang Taruna Kota Pasuruan Tahun 2026 di Gedung Gradhika, Senin (19/10).
Di hadapan jajaran pengurus kota hingga perwakilan empat kecamatan, ia menggarisbawahi pentingnya posisi Karang Taruna di antara sederet organisasi kepemudaan yang ada.
“Karang Taruna harus menjadi salah satu prioritas di antara organisasi-organisasi kepemudaan yang ada untuk bisa mewujudkan kota yang ramah pemuda,” tegas Mas Adi.
Tidak sekadar menjadi wadah berkumpul, Mas Adi mendorong Karang Taruna untuk terlibat langsung dalam program-program prioritas penanganan masalah sosial. Salah satu fokus utama yang disorotinya adalah penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).
Ia menginstruksikan Karang Taruna untuk berkolaborasi lintas instansi bersama Dinas Sosial serta Dinas Pendidikan.
Tugas utamanya adalah menyisir dan menjangkau anak-anak yang terputus dari akses pendidikan formal, mengidentifikasi akar masalahnya, hingga merumuskan solusi konkret agar mereka dapat kembali belajar.
“Dan harapannya, Karang Taruna juga nanti bisa bersama dengan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan untuk menjangkau bagaimana anak putus sekolah di Kota Pasuruan,” imbuh Mas Adi.
Selain persoalan edukasi, kebijakan Pemkot Pasuruan juga mengarah pada keterlibatan Karang Taruna dalam merangkul kelompok disabilitas serta mempermudah masyarakat mengakses layanan perlindungan sosial.
Di sisi lain, Mas Adi memandang perlunya ruang-ruang ekspresi yang sehat bagi pemuda untuk mengantisipasi maraknya ancaman sosial modern.
Aktivitas positif berbasis olahraga, seni, budaya, hingga keagamaan dinilai menjadi benteng efektif dalam menghalau bahaya penyalahgunaan narkoba, judi online (judol), hingga kenakalan remaja yang rentan menyasar usia produktif.
Lewat ruang-ruang kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan, Karang Taruna diharapkan mampu mengarahkan energi generasi muda ke kegiatan yang produktif dan bernilai tambah bagi lingkungan sekitar.
Untuk memastikan program pemuda tidak berjalan sendiri-sendiri, Pemkot Pasuruan mendorong sinergi yang kuat antara Karang Taruna dengan jajaran pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga perangkat daerah terkait.
Mas Adi menegaskan pentingnya keterlibatan aktif pemuda dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di setiap jenjang.
Hal ini penting agar kebutuhan serta gagasan anak muda terakomodasi dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Terkait agenda Suksesi Temu Karya Karang Taruna, Mas Adi menitipkan pesan khusus agar proses pemilihan kepengurusan tidak terjebak dalam dinamika figur semata. Fokus utama organisasi hendaknya diletakkan pada adu gagasan dan visi inklusif.
Mas Adi juga memastikan Pemerintah Kota Pasuruan siap mendukung penuh hasil rumusan Temu Karya serta program kerja yang disusun.
angkah itu menjadi bagian penting dari komitmen bersama mewujudkan Pasuruan yang makin sejahtera dan maju.
“Jangan kita berdebat pada konteks siapa yang akan jadi ketua. Tetapi teman-teman lihat selama ini siapa yang punya ide dan gagasan yang baik, dan jadikan Karang Taruna sebagai wadah yang inklusif bagi semua anak-anak muda yang ada di Kota Pasuruan,” urai Mas Adi. [hil.hel]




