Kota Probolinggo, Bhirawa – Sefriel Ardiyansyah (19) atlet panjat tebing asal Kota Probolinggo, meninggal dunia saat membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kamis (15/10). Kepergiannya mengakhiri harapan untuk berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027, setelah menorehkan sejumlah prestasi di tingkat provinsi.
Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Sefriel di Jalan Serayu, Kelurahan Kedopok, Kota Probolinggo, Sabtu (17/10). Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin datang untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Sefriel Ardiyansyah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” tuturnya.
Pada hari yang sama, Kapolresta Probolinggo Kota AKBP Lucky Pramana Putra dan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur Nur Patria Kurniawan juga bertakziah. Nur Patria menyampaikan bahwa kunjungannya merupakan amanah dari Kementerian Kehutanan untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan santunan kepada keluarga. “Intinya kita semua berdoa mudah-mudahan kebakaran cepat selesai dan tidak ada lagi kejadian-kejadian yang seperti ini berulang,” katanya.
Di tengah kedatangan para pelayat, keluarga masih berusaha menerima kepergian pemuda tersebut. Kakak Sefriel, Indra Saefullah, mengatakan dirinya terakhir bertemu dengan sang adik pada Rabu (14/10), sehari sebelum kebakaran terjadi. Pada hari kejadian, ibu mereka masih sempat berkomunikasi dengan Sefriel.
Dalam komunikasi tersebut, Sefriel menyampaikan bahwa dirinya ikut membantu mengantarkan air untuk penanganan kebakaran. Lokasi itu disebut berjarak sekitar tiga kilometer dari tempatnya bekerja sebagai teknisi atau bagian engineering di Artotel, kawasan Gunung Bromo. Setelah itu, keluarga kehilangan kontak dan kemudian memperoleh informasi bahwa Sefriel termasuk dalam daftar korban kebakaran.
Indra mengenang adiknya sebagai sosok pendiam, tetapi memiliki banyak teman. Banyaknya pelayat yang datang menyampaikan belasungkawa membuat keluarga menyadari luasnya pertemanan Sefriel.
Di luar pekerjaannya di sektor perhotelan, Sefriel aktif dalam Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo. Ia kerap berlatih di GOR A. Yani dan telah menekuni olahraga panjat tebing sejak sekolah dasar hingga bersekolah di SMK Negeri 2 Kota Probolinggo.
Sekretaris Umum FPTI Kota Probolinggo, Coach Agniz, mengatakan Sefriel merupakan atlet berprestasi yang diproyeksikan mengikuti Porprov Jawa Timur 2027. Pada Porprov sebelumnya, Sefriel meraih medali perunggu. Ia juga pernah memperoleh medali emas dan perak dalam kejuaraan tingkat Provinsi Jawa Timur.
“Ananda Sefriel ini termasuk atlet berprestasi. Terakhir Porprov mendapat medali perunggu. Lalu kejuaraan di Provinsi Jawa Timur pernah dapat emas dan perak. Diproyeksikan ananda Sefriel akan mengikuti Porprov 2027, harapannya bisa mendapatkan medali emas. Namun takdir berkata lain,” ungkap Agniz saat berada di rumah duka.
Sepanjang 2022 hingga 2025, Sefriel tercatat mengoleksi tiga medali emas, lima perak, dan lima perunggu dalam kejuaraan tingkat provinsi. Medali tersebut diraih dari sejumlah nomor, antara lain lead beregu, boulder beregu, speed, speed klasik, serta beberapa kategori youth.
Prestasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan Sefriel di dunia panjat tebing sebelum meninggal dunia dalam peristiwa karhutla di Blok Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Sefriel meninggal dunia bersama tiga korban lainnya dalam kebakaran tersebut. Dua korban lain mengalami luka bakar serius dan mendapat penanganan medis. [fir.wwn]




