Sumenep, Bhirawa. – Antusiasme masyarakat terhadap layanan khitanan massal gratis dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menambah kapasitas pelayanan dari 150 menjadi 175 anak. Kegiatan yang digelar di Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep, Rabu (14/10), menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, tingginya minat masyarakat menunjukkan kebutuhan terhadap layanan kesehatan gratis masih besar. Karena itu, momentum Hari Jadi Jatim dimanfaatkan untuk menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Layanan dan bantuan yang kita hadirkan hari ini diharapkan bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk khitan massal yang ternyata mendapat antusiasme cukup besar dari masyarakat,” ujar Khofifah.
Menurutnya, kesehatan merupakan salah satu dimensi penting dalam pembangunan manusia yang perlu diperkuat bersama pendidikan dan ekonomi. Pendekatan pembangunan berbasis Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index tersebut menjadi landasan dalam menghadirkan berbagai program pelayanan bagi masyarakat. “Pendekatan pembangunan yang kita lakukan adalah pendekatan Indeks Pembangunan Manusia. Ada tiga dimensi penting yang terus kita kuatkan, yaitu kesehatan, pendidikan, dan ekonomi,” urainya.
Untuk memastikan pelayanan berjalan optimal, kegiatan khitanan massal melibatkan tenaga kesehatan dari berbagai rumah sakit di Jawa Timur, dengan dukungan konsultan spesialis urologi dan anestesi. Sebanyak 25 meja tindakan disiapkan lengkap dengan peralatan medis, obat-obatan, serta bahan medis habis pakai.
Pelayanan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pendaftaran dan verifikasi identitas, skrining riwayat kesehatan, hingga pemeriksaan tanda vital dan kondisi fisik anak sebelum tindakan. Orang tua atau wali juga mendapatkan penjelasan mengenai prosedur khitan dan diminta melengkapi persetujuan tindakan medis.
Setelah tindakan, peserta memperoleh obat sesuai indikasi, surat kontrol, bingkisan, serta edukasi mengenai perawatan lanjutan. Rangkaian tersebut disiapkan untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan anak, sekaligus memastikan tindak lanjut setelah pelayanan.
Khofifah menegaskan, perluasan akses layanan kesehatan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, tenaga medis, dan berbagai lembaga pendukung. Sinergi tersebut diperlukan agar program yang dihadirkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selain khitanan massal, bakti sosial di Pantai Slopeng juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan umum serta layanan kesehatan gigi dan mulut. Pemeriksaan kesehatan umum menyasar 240 orang dewasa dan lanjut usia (lansia), meliputi pemeriksaan status gizi, gula darah, kesehatan jantung, serta faktor risiko stroke.
Mobil rontgen turut disiapkan untuk menunjang pemeriksaan terhadap masyarakat yang memiliki faktor risiko tuberkulosis (TBC). Pelayanan tersebut melibatkan 20 tenaga kesehatan dari Puskesmas Dasuk Kabupaten Sumenep, RS Pura Raharja Surabaya, Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR), dan TNI Angkatan Laut.
Sementara itu, layanan kesehatan gigi dan mulut didukung jajaran TNI dan IKA UNAIR dengan melibatkan dokter gigi dari Surabaya, Sidoarjo, Madiun, dan Sumenep. Mobil klinik gigi juga disiapkan untuk menunjang pemeriksaan dan tindakan sesuai kebutuhan medis.
Perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak turut diwujudkan melalui penyiapan 100 paket bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim untuk mendukung pencegahan stunting bagi ibu hamil dan balita yang mengalami masalah gizi.
Khofifah menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan, jajaran TNI, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Baznas, IKA UNAIR, serta seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten menjadi sangat penting. Kita ingin memastikan bahwa program pembangunan dan bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap, rangkaian bakti sosial dalam peringatan Hari Jadi ke-81 Jatim tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan berbagai pelayanan publik lainnya. “Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” pungkasnya.[ina,sul.ca]



