27 C
Sidoarjo
Thursday, October 15, 2026
spot_img

Lima Profesor ITS Masuk World’s Top 2% Scientists 2026


Surabaya, Bhirawa – Lima profesor dan satu adjunct professor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional, masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026 yang disusun tim Stanford University bersama Elsevier.

Capaian tersebut menunjukkan kontribusi akademisi ITS pengembangan ilmu pengetahuan melalui publikasi dan penelitian yang diakui secara global, lima profesor ITS yang masuk dalam daftar tersebut yakni Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc PhD dan Prof Tohari Ahmad SKom MIT PhD dari Departemen Teknik Informatika, Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD dan Prof Suprapto SSi MSi PhD dari Departemen Kimia, serta Prof Dr Ir Mahfud DEA dari Departemen Teknik Kimia. Sementara itu, satu adjunct professor yang tercatat adalah Prof Weijun Gao, akademisi University of Kitakyushu, Jepang, yang memiliki afiliasi dengan ITS, Kamis (15/10).

Pada daftar career-long 2026, Prof Riyanarto Sarno menjadi satu-satunya nama dari ITS yang tercatat dalam dua kategori sekaligus, Sepanjang 2025, dosen Departemen Teknik Informatika tersebut memperoleh 841 sitasi pada bidang Artificial Intelligence dan Image Processing. Dari departemen yang sama, Prof Tohari Ahmad mencatatkan 660 sitasi pada bidang keilmuan serupa.

Salah satu profesor ITS yang masuk dalam daftar tersebut, Prof Riyanarto Sarno, mengatakan kontribusi ilmiah melalui publikasi penelitian bersifat fluktuatif. Karena itu, konsistensi dalam menghasilkan publikasi pada jurnal terpercaya menjadi salah satu kunci untuk mempertahankan capaian tersebut.

Berita Terkait :  Dari Kue Pancake Menjadi Kanvas, Mercure Surabaya Grand Mirama Ajak SMALB Karya Mulia Berkarya di Hari Batik

Menurutnya Prof Riyanarto mengatakan peneliti perlu memastikan publikasi dilakukan melalui proses ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. “Adanya praktik penggunaan jurnal predator yang menawarkan kemudahan publikasi tanpa melalui proses peer review atau penelaahan sejawat secara ketat.

Guru Besar keempat Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS itu menambahkan, publikasi ilmiah seharusnya tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi akademik. “Penelitian perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengembangan inovasi yang dapat dipatenkan dan diproduksi secara massal,” ucapnya

Prof Riyanarto menekankan pentingnya penelitian fundamental sebagai dasar pengembangan teknologi dan inovasi yang memiliki nilai guna, demikian publikasi ilmiah tidak sekadar menjadi tolok ukur produktivitas akademisi, tetapi juga berkontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat.

Pada bidang ilmu lainnya, Prof Adi Setyo Purnomo dan Prof Suprapto dari Departemen Kimia masing-masing memperoleh 473 dan 338 sitasi dalam bidang General Physics. Adapun Prof Mahfud dari Departemen Teknik Kimia mencatatkan 475 sitasi berdasarkan rekapitulasi data sitasi sepanjang 2025.

Khusus Prof Weijun Gao, namanya tercatat dengan dua institusi karena basis data Stanford mengacu pada afiliasi terakhir yang tercatat. Sementara itu, lima profesor lainnya merupakan akademisi dengan afiliasi utama di ITS.

Sementara itu, Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, Fadlilatul Taufany ST PhD, mengapresiasi capaian para profesor, keberhasilan ini merupakan hasil dari proses penelitian yang panjang, konsisten, serta membutuhkan komitmen kuat dari para akademisi.

Berita Terkait :  Melalui Pelatihan Animasi Digital, Dosen Umsida Meningkatkan Kreativitas Guru SMK SMK Muhammadiyah 2 Sidoarjo

“Melalui pencapaian tersebut, kami (DRPM ITS) mendorong agar kolaborasi internasional perlu diperluas agar capaian ini dapat memberikan multiplier effect bagi ekosistem riset ITS secara keseluruhan,” ujarnya.

Taufany berharap, pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi sivitas akademika ITS untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan memperluas dampaknya. Upaya tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat mengenai Pendidikan Berkualitas.

“Pencapaian ini tidak berhenti sebagai penghargaan personal, tetapi dapat menjadi motivasi untuk terus menghasilkan riset yang semakin berkualitas dan berdampak,” pungkasnya. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!