34.4 C
Sidoarjo
Thursday, October 15, 2026
spot_img

60 Prajurit Kompi C Tuban Jalani Skrining TBC dan Malaria

Tuban, Bhirawa – Setelah menyelesaikan penugasan di Papua. Sebanyak 60 prajurit Kompi Senapan C Yonif 521/DY Tuban menjalani pemeriksaan kesehatan pada Kamis (15/10/2026). Pemeriksaan mencakup skrining tuberkulosis (TBC) menggunakan sinar-X atau rontgen serta surveilans migrasi malaria untuk mendeteksi dini kemungkinan penyakit setelah bertugas di wilayah endemik.

Sejumlah pelayanan kesehatan di Kabupaten Tuban terlibat dalam kegiatan ini. Tenaga kesehatan UOBF Puskesmas Tuban menangani pemeriksaan dasar dan surveilans migrasi malaria. Sementara itu, tim RSUD dr. R. Koesma Tuban mendukung skrining TBC melalui pemeriksaan rontgen, sedangkan Labkesmas Kabupaten Tuban menangani pemeriksaan laboratorium.

Komandan Kompi Senapan C Tuban, Kapten Infanteri Fatkhur Rozi, mengapresiasi dukungan Dinas Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan penting untuk mengetahui kondisi prajurit setelah kembali dari penugasan sebelum beraktivitas bersama keluarga dan masyarakat.

“Prajurit yang baru kembali dari penugasan di Papua harus dipastikan bebas dari penyakit menular seperti malaria maupun TBC sebelum berbaur kembali secara penuh dengan keluarga dan masyarakat,” ujar Kapten Inf. Fatkhur Rozi.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Tuban, Puskesmas Kebonsari, RSUD dr. R. Koesma Tuban, dan Labkesmas atas dukungan dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban, drg. Roikan, M.H., menjelaskan bahwa surveilans migrasi malaria dan skrining TBC merupakan bagian dari upaya deteksi dini sekaligus pencegahan penularan penyakit di daerah.

Berita Terkait :  Pemkot Batu Buat Strategi Pengurangan Sampah

“Papua merupakan salah satu wilayah endemik malaria. Oleh karena itu, skrining darah dan surveilans migrasi mutlak dilakukan untuk memutus rantai penularan di Kabupaten Tuban,” terang drg. Roikan.

Selain pemeriksaan malaria, imbuhnya, skrining TBC menggunakan rontgen dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan gangguan pada paru-paru. Hasil pemeriksaan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk menentukan tindak lanjut medis apabila ditemukan indikasi tertentu.

Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, kondisi fisik para prajurit dilaporkan relatif stabil. Meski demikian, sampel laboratorium dan hasil foto toraks masih perlu diperiksa lebih lanjut untuk mendukung penegakan diagnosis. [hud.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!