31 C
Sidoarjo
Friday, September 18, 2026
spot_img

​Kembangkan Potensi Anyer-Panarukan, Pemkab Situbondo Siapkan Sejumlah Inisiasi Strategis Perhubungan dan Pariwisata

Situbondo, Bhirawa – Pemerintah Kabupaten Situbondo berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan potensi daerah melalui sektor perhubungan, pariwisata, dan sejarah. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan kawasan Panarukan yang menjadi titik akhir dari jalur bersejarah Anyer–Panarukan.

​Dalam sambutannya, Bupati Situbondo menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan berbagai elemen dan instansi lintas sektor yang hadir, seperti KSOP, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, Pertamina, BPBD, Tagana, hingga PJU. Bupati juga berharap ke depannya kolaborasi ini dapat diperluas dengan melibatkan pengguna jasa perhubungan, perwakilan sopir, nelayan, hingga TNI AL.

Inisiatif Strategis Sektor Perhubungan

​Guna meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas masyarakat, Pemkab Situbondo sedang merancang dan mengeksekusi sejumlah program strategis di bidang perhubungan.

​Penyediaan Armada Transportasi Mengajukan penambahan armada bus atau minibus untuk melayani rute perintis/lokal, seperti jalur Besuki – Badrand, Besuki – Pasir Putih, hingga Pasir Putih – Baluran.

“​Jalur Alternatif Darat dengan Menggagas pembukaan jalur darat baru guna mempermudah akses masyarakat, salah satunya jalur alternatif yang menghubungkan Curah Suri hingga Kalisari,” tutur Mas Rio.

​Pengembangan Lintas Laut Jangkar – Buleleng: Membuka dan mengoperasikan jalur transportasi laut dari Pelabuhan Jangkar (Situbondo) menuju Celukan Bawang, Singaraja (Buleleng, Bali).

“Langkah ini ditujukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di Pelabuhan Ketapang. Sebagai tindak lanjut, koordinasi langsung dengan Bupati Buleleng dijadwalkan berlangsung pada tanggal 22, dengan target kapal roro/kargo sudah dapat beroperasi mengangkut kendaraan pada Desember mendatang,” kupasnya.

Berita Terkait :  Transportasi Kian Mudah, Rute Komuter Surabaya-Probolinggo Disiapkan untuk 2026

Mengangkat Potensi Anyer–Panarukan

​Selain perhubungan, kawasan Panarukan diproyeksikan menjadi destinasi unggulan berbasis sejarah, budaya, dan wisata melalui konsep “Anyer–Panarukan”, yang telah ditindaklanjuti melalui Nota Kesepahaman (MoU) bersama Kabupaten Serang.

​”Sebagai bagian dari promosi, Pemkab merencanakan gelaran Festival “Road, Route, and Roots” (Jalan, Rute, dan Akar) yang akan melibatkan berbagai kabupaten/kota serta Kementerian Perhubungan,” ungkapnya.

​Untuk alur Anyer–Panarukan memiliki sisi sejarah kelam masa kolonial. Namun di sisi lain, kita harus melihat sisi positifnya: jalan ini menjadi tulang punggung ekonomi Pulau Jawa hingga saat ini.

“Panarukan adalah titik akhir dari proyek strategis tersebut, dan sangat disayangkan jika potensi sejarah serta keindahannya tidak kita manfaatkan secara optimal,” ujarnya.

​Bupati Rio juga mengagumi keindahan alam Panarukan, khususnya pemandangan Dermaga Panarukan di sore dan pagi hari saat kawanan burung blekok beraktivitas, dipadu dengan latar Gunung Ringgit.

​Menutup arahannya, Bupati mengajak seluruh pihak dan masyarakat untuk bersiap menyambut kebangkitan kawasan Panarukan yang diharapkan mampu menaikkan kelas Kabupaten Situbondo di kancah nasional.  [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!