Pemprov Jatim, Bhirawa – Sebanyak tujuh gerobak sampah berhasil diangkat dari dasar kolam utama Sumber Mata Air Umbulan, Kabupaten Pasuruan, dalam aksi pembersihan yang digelar Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari perawatan dan pemeliharaan waduk, sungai, serta jaringan irigasi pada 81 Daerah Irigasi di Jawa Timur.
Kegiatan dihadiri oleh unsur Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur (Sekretariat, Bidang Irigasi, dan Bina Manfaat), UPT PSDA Welang Pekalen Pasuruan, tim penyelam TNI AL, tim liputan JTV, serta relawan penyelam Freedive Probolinggo.
Acara dimulai dengan apel persiapan personel, dilanjutkan dengan penyisiran area kolam oleh tim penyelam bersenjata gear lengkap, relawan dengan snorkel di tepi kolam, dan pekarya UPT yang membersihkan area sekitar.
Hasil pembersihan menghasilkan tujuh gerobak sampah yang terdiri atas kemasan plastik, botol plastik dan botol kaca, kayu, kain, hingga kawat. Sampah yang telah dikumpulkan dikemas dalam karung, kemudian diangkut menggunakan perahu karet milik TNI dari area tengah kolam ke tepi.
Seluruh proses kegiatan dilakukan oleh perwakilan UPT, tim penyelam, dan relawan.Acara ditutup dengan pembagian makan siang dan sesi ramah tamah antar-peserta.
Koordinator Humas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur, Ari Pudji Astono, menegaskan bahwa aksi pembersihan di Sumber Mata Air Umbulan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian integral dari upaya pemeliharaan infrastruktur sumber daya air yang berdampak langsung pada kelancaran irigasi.
“Kegiatan ini adalah wujud nyata dari komitmen kami dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air. Apa yang kami lakukan hari ini adalah memastikan bahwa air yang mengalir dari Umbulan tetap bersih dan dapat mendukung 81 Daerah Irigasi di Jawa Timur,” ujar Ari Pudji Astono dalam keterangannya seusai kegiatan kepada Bhirawa, Kamis (17/9/2026) malam.
Menurut Ari, keterlibatan berbagai pihak, mulai dari TNI AL, relawan freedive, hingga media, menunjukkan bahwa menjaga air adalah tanggung jawab bersama.
“Ini bukan hanya tugas dinas. Ini adalah gerakan kolektif. Karena menjaga air bukan sekadar membersihkan hari ini, tetapi memastikan alirannya tetap memberi kehidupan untuk hari esok,” tambahnya.
Aksi pembersihan ini dilaksanakan dalam rangka Perawatan dan Pemeliharaan Waduk, Sungai, dan Jaringan Irigasi pada 81 Daerah Irigasi di Jawa Timur. Dalam sepekan terakhir, DPU SDA Jatim juga aktif melakukan penertiban bangunan liar di sempadan saluran air di beberapa lokasi, termasuk Pasuruan, sebagai bagian dari upaya menjaga fungsi infrastruktur sumber daya air.
“Kami konsisten menerapkan SOP penertiban dan pemeliharaan. Tujuannya satu: agar saluran dan sumber air dapat berfungsi optimal, sehingga irigasi tetap lancar dan pertanian tidak terganggu,” jelas Ari.
Di balik jernihnya air Umbulan, temuan sampah plastik, botol, kayu, kain, hingga kawat menjadi pengingat bahwa ancaman pencemaran bisa datang dari aktivitas sehari-hari.
Aksi gotong royong ini menjadi simbol kepedulian, bahwa setiap tangan yang terlibat, setiap sampah yang diangkat, adalah investasi bagi keberlanjutan air untuk generasi mendatang. “Satu aksi. Satu kepedulian. Untuk air yang terus mengalir, demikian pesan yang digaungkan dalam kegiatan ini,” pungkasnya. [aya.kt]


