31 C
Sidoarjo
Thursday, September 17, 2026
spot_img

Tak Sekadar Takziah, Khofifah Pastikan Masa Depan Keluarga Korban KM Virgo

“ Berikan Santunan dan Fasilitasi Cucu Almarhum Lanjutkan Pendidikan di Sekolah Rakyat “

Pemprov Jatim, Bhirawa – Kesedihan masih menyelimuti rumah keluarga Imam Soeparno di Jalan Sememi Jaya Gang 4 Nomor 62 RT 03/RW 01, Kelurahan Benowo, Kecamatan Sememi, Surabaya, Kamis (17/9/2026). Imam merupakan salah satu warga Jawa Timur yang menjadi korban musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di wilayah perairan Masalembu.

Di tengah suasana duka tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa datang untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung. Didampingi Kepala Dinas Sosial Jatim dan Kalaksa BPBD Jatim, Khofifah juga menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum.

Kedatangan Khofifah disambut keluarga korban. Pertemuan itu berlangsung dalam suasana haru, sekaligus menjadi ruang bagi pemerintah untuk mendengar langsung kondisi keluarga yang ditinggalkan.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum Bapak Imam Soeparno, salah satu korban tenggelamnya KM Virgo di wilayah Masalembu,” ujar Khofifah.

Ia mendoakan agar seluruh dosa dan kekhilafan almarhum mendapatkan ampunan Allah SWT, amal ibadahnya diterima, serta almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi-Nya.

“Semoga seluruh khilafnya diampuni oleh Allah SWT, amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT, dan beliau dipanggil dalam keadaan husnul khatimah. Amin,” tuturnya.

Namun, kunjungan tersebut tidak berhenti pada penyampaian belasungkawa. Di tengah percakapan dengan keluarga, Khofifah juga mulai memikirkan keberlanjutan kehidupan keluarga yang ditinggalkan Imam.

Berita Terkait :  Dishub Sidoarjo Siapkan 28 Armada Bus, Antar 1.400 Penumpang Mudik Gratis

Salah satu perhatian yang muncul adalah pendidikan anggota keluarga almarhum. Khofifah mengetahui terdapat dua cucu almarhum yang masih membutuhkan akses pendidikan, yakni Rafha Ivander Adinata, 17 tahun, dan Rakha Putra Novianto, 19 tahun.

Khofifah kemudian menawarkan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT). Ia meminta Dinas Sosial Jatim mendampingi kedua anak tersebut untuk terlebih dahulu melihat secara langsung lingkungan dan proses pembelajaran di SRT yang berada di wilayah Surabaya.

“Ketika tadi saya menyampaikan bisa ke Sekolah Rakyat Terintegrasi, rupanya belum terkonfirmasi bagaimana cara mengaksesnya. Oleh karena itu, nanti Bu Kadinsos saya minta timnya mengantarkan kedua anak ini untuk melihat terlebih dahulu seperti apa Sekolah Rakyat Terintegrasi,” terangnya.

Menurut Khofifah, setelah mendapatkan gambaran langsung mengenai sekolah tersebut, kedua anak itu diharapkan dapat segera mengikuti proses pembelajaran. Mengingat keduanya berdomisili di Surabaya, akses pendidikan akan diarahkan ke SRT di wilayah Surabaya.

“Mudah-mudahan kedua ananda ini segera bisa mengikuti proses pembelajaran. Karena tinggal di Surabaya, maka kita arahkan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi di Surabaya,” katanya.

Tak hanya pendidikan, perhatian juga diarahkan pada keberlanjutan ekonomi keluarga.

Khofifah membuka akses bantuan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur. Keluarga almarhum berpeluang mendapatkan dukungan usaha berupa rombong maupun bantuan zakat untuk membantu menambah sumber pendapatan keluarga.

Berita Terkait :  Dua Siswa SMKN 1 Kendit Tembus Yamaha Sunday Race Road to Mandalika 2026

“Saya juga menyampaikan kepada Bu Novi, sebenarnya ada akses ke Baznas Jawa Timur untuk bisa menambah sumber income keluarga. Ada rombong, ada zakat, dan seterusnya,” jelasnya.

Bagi Khofifah, pendampingan terhadap keluarga korban tidak cukup hanya dilakukan pada saat musibah terjadi. Pemerintah perlu memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar dan kesempatan untuk melanjutkan kehidupan.

“Jadi saya rasa yang kita silaturahimkan pada hari ini cukup banyak. Selain kami melakukan takziah, kami juga berupaya memastikan ada pendampingan untuk keluarga yang ditinggalkan,” pungkasnya.

Pendataan Korban dan Proses Evakuasi

Di sisi lain, Khofifah menyampaikan bahwa proses investigasi kecelakaan laut KM Virgo kini dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Investigasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kronologi maupun faktor yang menyebabkan kecelakaan.

Pemprov Jatim juga terus melakukan pendataan dan pendampingan terhadap warga Jawa Timur yang menjadi korban dalam musibah tersebut.

“Untuk warga Jawa Timur yang sudah teridentifikasi wafat, Bu Kadinsos beserta tim akan melanjutkan takziah kepada keluarga korban,” katanya.

Jajaran Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, akan mendatangi sejumlah daerah dan lokasi keluarga korban sebagai bentuk kepedulian sekaligus memastikan dukungan pemerintah dapat diterima keluarga yang sedang menghadapi masa duka.

Pada saat yang sama, Khofifah berharap seluruh proses pencarian dan evakuasi korban yang masih berlangsung dapat berjalan lancar. Ia berharap proses tersebut memberikan kepastian dan kabar bagi keluarga penumpang KM Virgo yang masih menantikan informasi mengenai anggota keluarganya.

Berita Terkait :  Jawa Timur Dorong Konektivitas dan Industri Hijau untuk Redam Ketimpangan Inflasi Antarwilayah

“Tentu kita berharap seluruh proses evakuasi yang masih terus dilakukan semuanya berjalan lancar dan bisa memberikan kabar baik bagi keluarga, terutama yang anggota keluarganya mengikuti pelayaran KM Virgo beberapa hari yang lalu,” harapnya.

Bagi keluarga Imam Soeparno, kehadiran Khofifah menjadi lebih dari sekadar kunjungan seorang pejabat di tengah musibah. Perhatian terhadap pendidikan dan penguatan ekonomi menjadi harapan baru agar keluarga yang ditinggalkan tetap dapat melanjutkan kehidupan.

Salah satu perwakilan keluarga, Elvira, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Khofifah.

Ia mengatakan, adik-adiknya mendapat perhatian untuk dapat melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat.

“Terima kasih buat Ibu Gubernur karena sudah membantu keluarga kakek kami, terima kasih banyak atas bantuannya, adik-adik saya mau dimasukkan ke sekolah yang layak, karena sebelumnya kan tinggal jauh dari orang tua,” kata Elvira. [ina.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!