Bojonegoro, Bhirawa – Stok dan ketersediaan beras di Kabupaten Bojonegoro dipastikan mencukupi di tengah musim kemarau. Hal tersebut diketahui dalam kegiatan inspeksi mendadak (sidak) pasar yang dilakukan untuk memantau harga, ketersediaan, mutu, serta distribusi beras di tingkat pedagang dan konsumen.
Sidak pasar melibatkan jajaran Polres Bojonegoro, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag), serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro.
Dari jajaran Polres Bojonegoro, pengawasan dipimpin Kasat Reskrim AKP Cipto Dwi Leksana, didampingi Kanit II Tipidsus Ipda A. Zaenan Na’im beserta personel Satreskrim.
Wakil Pimpinan Cabang Perum BULOG Bojonegoro, Shinta Wiharjo, turut menyampaikan kondisi stok dan ketersediaan beras di wilayah tersebut.
Pemantauan dilakukan di sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Pasar Penampungan Bojonegoro, Pasar Banjarejo, dan Bravo Supermarket. Petugas melakukan pengecekan langsung terhadap harga dan ketersediaan berbagai jenis beras, mulai dari beras premium, medium hingga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
” Hasil pemantauan menunjukkan harga beras premium berada di kisaran Rp14.900 per kilogram. Sementara itu, beras medium dijual sekitar Rp13.500 per kilogram dan beras SPHP berada di kisaran Rp12.500 per kilogram,’ ujarnya, Senin (14/9/2026).
Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan para pedagang mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) serta standar mutu pangan yang telah ditetapkan pemerintah. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan beras tetap aman di pasaran.
Pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi potensi fluktuasi harga, di antaranya melalui Gerakan Pasar Murah serta penguatan kerja sama dengan distributor.
Masyarakat diimbau tidak melakukan panic buying atau pembelian secara berlebihan. Para pedagang juga diminta tetap mematuhi regulasi harga dan ketentuan mutu pangan agar kondisi pasar tetap stabil.
Kegiatan pengawasan ini bertujuan memastikan stabilisasi harga, ketersediaan, mutu, serta kelancaran distribusi beras di Kabupaten Bojonegoro, khususnya pada tingkat pedagang hingga konsumen. [bas.kt]


