Kota Malang, Bhirawa – Sebanyak 2.500 siswa dan guru jenjang Raudhatul Athfal (RA), Bustanul Athfal (BA), serta Taman Kanak-kanak (TA) se-Kecamatan Kedungkandang memadati GOR Ken Arok, Kota Malang. Kehadiran ribuan peserta ini untuk mengikuti senam massal dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan olahraga bersama tersebut turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Kehadiran kepala daerah ini menjadi momentum penting untuk menanamkan budaya hidup sehat sekaligus memperkuat kebersamaan sejak usia dini.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengaku senang dapat berbaur dan berolahraga bersama ribuan anak-anak serta para pendidik. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam mendukung terwujudnya masyarakat Kota Malang yang sehat.
“Senang sekali hari ini saya bisa bersama-sama senam massal dengan seluruh siswa RA, BA, dan TA se-Kecamatan Kedungkandang. Jumlahnya bersama guru total hampir 2.500 orang,” ujar Wahyu di sela-sela kegiatan.
Ia menegaskan, kegiatan olahraga massal ini bukan sekadar perayaan seremonial kemerdekaan. Lebih dari itu, agenda ini merupakan langkah konkret dalam mendorong visi pembangunan Kota Malang melalui semangat Ngalam Tahes (Malang Sehat).
“Ini dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kenapa senam ini menjadi hal penting? Karena sejalan dengan visi dan misi saya yang berlandaskan pengabdian, yaitu Ngalam Tahes,” tegasnya.
Wahyu menilai antusiasme anak-anak dalam mengikuti gerakan senam menjadi energi positif. Ia berharap kegembiraan berolahraga ini dapat membentuk kebiasaan hidup sehat yang diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat ada ajang bersama.
Di samping mengampanyekan gaya hidup sehat, Wahyu juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyoroti upaya Pemkot Malang dalam meminimalisasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda.
Ia menyampaikan bahwa Pemkot Malang terus memperkuat sinergi dengan Polresta Malang Kota dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Langkah pencegahan dilakukan secara masif melalui sosialisasi dan edukasi berkelanjutan mengenai bahaya barang haram tersebut.
“Pencegahan narkoba tetap menjadi perhatian utama kami. Untuk meminimalisasi peredarannya, kita sudah bekerja sama baik dengan kepolisian maupun BNN,” ungkap Wahyu.
Menurutnya, edukasi sejak dini sangat penting agar generasi muda memahami dampak buruk penyalahgunaan narkoba terhadap masa depan mereka. “Banyak hal yang kita lakukan, mulai dari sosialisasi hingga memberikan contoh nyata bahwa narkoba hanya akan membuat masa depan suram,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Malang tidak hanya diukur dari capaian akademis semata, melainkan juga dari kemampuan melahirkan generasi yang sehat, produktif, serta terlindungi dari berbagai ancaman yang mengintai masa depan anak-anak. [mut.wwn]


