27 C
Sidoarjo
Thursday, September 3, 2026
spot_img

UMM Pasang Pemurni Air dan Layanan Psikologi di NTT

Kota Malang, Bhirawa. – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bergerak cepat membantu masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Reo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lewat program UMM Berbagi untuk Negeri, Kampus Putih ini tidak hanya memberikan bantuan logistik, tetapi juga memasang instalasi Water Treatment Purification (WTP) serta dukungan psikososial.

Rombongan yang diterjunkan terdiri dari 11 personel, meliputi delapan mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana UMM), dua dosen, dan satu anggota Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Tim berkolaborasi dengan MDMC PWM Jawa Timur ini bertugas sejak 26 Agustus hingga 26 September 2026 mendatang.

Dosen UMM yang mendampingi program, Ir. Iis Siti Aisyah ST MT PhD IPM, mengungkapkan bahwa perjalanan menuju lokasi pengabdian di Desa Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, memakan waktu beberapa hari melalui jalur laut dan darat.

“Kami berangkat menggunakan kapal pada 26 Agustus dan tiba di Flores pada 28 Agustus. Setelah melanjutkan perjalanan darat sekitar 12 jam, rombongan tiba di lokasi penugasan di Reo pada 29 Agustus malam,” ujar Iis, Kamis 3/9.

Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan asesmen kebutuhan penyintas. Kerusakan instalasi perpipaan pascagempa menjadi salah satu masalah krusial yang menyebabkan keterbatasan air bersih bagi warga.

Sebagai solusinya, UMM memasang sekaligus menghibahkan alat filtrasi WTP di Pos Layanan Muhammadiyah Reok yang bertempat di Pondok Pesantren Pancasila. Fasilitas ini dimanfaatkan oleh warga terdampak, relawan, hingga para santri secara berkelanjutan.

Berita Terkait :  Bahan Baku Berkurang, Produksi Keju Gouda di Kabupaten Malang Menurun

Langkah ini juga sejalan dengan amanah UMM yang dipercaya sebagai Chair on Sustainable Water Ecosystem oleh UNESCO dalam merawat pengelolaan air berkelanjutan.

“Gempa merusak banyak instalasi pipa air sehingga masyarakat kesulitan mendapat air bersih. Alat yang kami bawa ini berfungsi memurnikan air keruh agar aman digunakan,” jelasnya.

Selain filtrasi air, bantuan lain yang disalurkan mencakup obat-obatan, logistik dapur umum, family kit, kebutuhan balita dan lansia, serta sarana tidur. Dukungan tenaga medis juga dikirimkan melalui jaringan Rumah Sakit UMM yang bertugas di rumah sakit sementara.

Untuk pemulihan trauma, tim mahasiswa disebar ke sejumlah titik, seperti Kampung Nunang, MIN 2 Manggarai, dan Dusun Nanganae di Kecamatan Reok Barat guna memberikan Layanan Support Psikososial (LSP) serta membantu operasional dapur umum.

Sebanyak empat mahasiswa dalam rombongan ini sekaligus mengonversikan aksi kemanusiaan tersebut ke dalam program KKN Kebencanaan.

“Mahasiswa kami bagi ke dalam beberapa kelompok. Ada yang menangani pemasangan WTP, pendampingan warga di Desa Nunang, hingga menjangkau Kampung Nelayan di Reok Barat,” pungkanya. [mut.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!