28 C
Sidoarjo
Thursday, September 3, 2026
spot_img

Targetkan Nol AKI, Pemkab Malang Perkuat Sinkronisasi Data Lintas Sektor

Kabupaten Malang, Bhirawa — Pemerintah Kabupaten Malang menargetkan nol Angka Kematian Ibu (AKI) pada tahun 2027. Untuk mewujudkan target ambisius tersebut, Pemkab memperkuat sinkronisasi data lintas sektor agar penanganan terhadap ibu hamil berisiko dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. Langkah ini menyusul tercatatnya 12 kasus kematian ibu dari total 18.306 kehamilan sepanjang periode Januari–Juli 2026.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, dari jumlah ibu hamil tersebut, 705 orang atau 3,85 persen masuk dalam kategori risiko tinggi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar, Kamis (3/9/2026), menegaskan bahwa akurasi dan keterpaduan data lintas sektor memegang peranan krusial untuk mempercepat identifikasi warga yang membutuhkan penanganan segera.

“Saya berharap setelah kegiatan ini ada sinkronisasi data yang nyata. Bukan sekadar angka, tetapi realitas di lapangan harus menunjukkan penurunan kemiskinan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, sejumlah faktor medis pemicu utama kematian ibu turut dibahas secara mendalam, antara lain preeklamsia berat, perdarahan pasca persalinan, komplikasi non-obstetri, serta penyakit penyerta seperti HIV dan Sindrom HELLP.

Sebagai langkah strategis, Pemkab Malang berencana mengadopsi sistem pelaporan yang sukses diterapkan di Kota Manado. Sistem ini dirancang untuk memungkinkan pemutakhiran data secara lebih cepat hingga tingkat Rukun Tetangga (RT), mencakup informasi akurat mengenai kondisi kesehatan serta latar belakang sosial-ekonomi warga.

Berita Terkait :  Inovasi Omah Therapi-Ku, Dinsos Jatim, Solusi Terapi Gratis untuk Anak dengan Gangguan Tumbuh Kembang

“Penguatan data tersebut akan dieksekusi melalui kolaborasi lintas sektor, mencakup program perbaikan rumah dan sanitasi, pemenuhan asupan protein hewani untuk pencegahan stunting, penguatan edukasi kontrasepsi, hingga peningkatan respons medis,” jelas Budiar.

Seluruh strategi tersebut dibahas dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Capacity Building bagi ASN di lingkungan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Malang, yang berlangsung 2–3 September 2026 di Golden Swan Ballroom, Rayz Hotel UMM, Kecamatan Dau. Kegiatan diikuti 165 peserta, meliputi 39 kepala puskesmas, 44 penyuluh KB, 64 PPPK DPPKB, serta pimpinan dan staf DPPKB.

“Selain fokus pada penurunan kematian ibu, forum ini juga menggarisbawahi percepatan penanganan kematian bayi dan penurunan stunting. Pemkab Malang menempatkan penguatan kapasitas aparatur dan koordinasi lintas sektoral sebagai fondasi utama untuk mencapai target optimal derajat kesehatan masyarakat pada 2027,” pungkasnya. [cyn.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!