28 C
Sidoarjo
Tuesday, August 25, 2026
spot_img

Teladan Moral Nabi SAW

Peringatan hari lahir (Maulid) Nabi Muhammad SAW dirayakan umat Islam sedunia. Tak terkecuali yang sedang terhimpit penjajahan (bangsa Palestina). Juga yang sedang sengit berperang (Iran) melawan upaya aneksasi bangsa asing datang dari tempat jauh. Kegiatan masyarakat akan disemarakkan dengan suka cita. Terutama melantunkan shalawat kepada Nabi SAW, dengan pembacaan kitab biografi berjudul “Maulid-Diba’iyah.” Momentum Maulid Nabi SAW juga digunakan sebagai re-orientasi moral pemimpin negeri.

Begitu pula berbagai keraton di dalam negeri, secara rutin menggelar acara gerebek Maulud, setiap tahun. Biasanya, peringatan Maulid dirayakan secara sambung menyambung sampai sebulan. Sebagian besar masjid di Indonesia menyelenggarakan acara pembacaan shalawat. Peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW nampak lebih semarak di berbagai keraton kerajaan di Indonesia. Pembacaan shalawat diiringi adat budaya, mempertemukan raja dengan rakyat, dalam jamuan bersama. Berpuncak pencucian pusaka Kerajaan.

Beberapa keraton (istana) di seantero Nusantara melaksanakan gerebek Maulud. Antara lain di keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Pakubuwanan). Juga terdapat ritual Hajad Dalem Sekaten, di keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (Hamengkubuwanan). Kegiatan Maulid Nabi, niscaya akan menjadi “pendingin” suasana politik yang meningkat gerah dalam sepekan terakhir bulan Agustus. Termasuk “warning” keras kepemimpinan nasional. Khususnya pasca pidato Presiden di hadapan MPR-RI, berkait cerita upah pengupas bawang. Ternyata palsu.

Kebiasaan raja-raja Jawa menandai peringatan Maulid Nabi, adalah mengeluarkan sedekah. Biasanya berupa makanan (dan bahan pangan) yang disusun sebagai “gunungan” yang dihiasi bunga-bunga indah. Di dalamnya berisi hasil bumi (buah, dan sayur), masakan siap saji (kue, dan kacang-kacangan), dan uang. Negara (dan pemerintah RI) secara resmi juga memperingati hari besar kelahiran Nabi Muhammad SAW, sejak tahun 1950.

Berita Terkait :  Jual-Beli Kursi SPMB

Konon, presiden Soekarno terpesona penyelenggaraan Maulid Nabi di istana Kairo, Mesir. Peringatan Maulid Nabi SAW, diselenggarakan sebagai “obor” semangat kejuangan. Serta-merta presiden minta Menteri Agama RI (ketika itu KH Wachid Hasyim, ayag Gus Dur) menyelenggarakan Mauludan secara di istana Merdeka, Jakarta. Dimulai pada tahun 1950, berlanjut hingga kini, setiap Presiden RI, selalu memberikan sambutan kenegaraan.

Masyarakat juga merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, antara lain dengan pawai keliling kampung. Bahkan banyak masjid Jami’ di kampung menyelenggarakan khitanan masal. Berbagai cara memperingati Maulid, terutama dengan pembacaan kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, sejak lahir sampai wafat. Diantara kitab yang paling masyhur di Indonesia, ditulis oleh imam besar Syekh Abdurrahman ad-Diba’i. Karena sasteranya yang indah.

Dalam berbagai hadits dikisahkan keseharian beliau SAW sebagai kepala rumahtangga. Dinyatakan dalam hadits, “Rasulullah biasa membantu cuci pakaian, perah susu kambing, membersihkan lantai, juga makan bersama pembantu dengan menu yang sama.” Pada saat paceklik, ikat pinggangnya diganjal lima biji batu, menandakan beliau tidak makan selama lima hari. Padahal beliau seorang pemimpin negara!

Dalam beberapa hadits shahih dikabarkan, bahwa Nabi SAW, sangat santun terhadap musuh. Nabi Muhammad SAW tidak men-teror kelompok lain. Moral “manis” yang menyebabkan ajaran Islam berkembang sangat cepat ke seluruh dunia. Ketika Nabi SAW mangkat, tidak meninggalkan harta warisan. Aset pribadinya berupa uang 80 dirham dan 2 kavling tanah sudah dihibahkan untuk negara.

Berita Terkait :  Respons #Indonesia Gelap

Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Imam Muslim, dan perawi lain, dinyatakan, Nabi SAW bersabda, “Satu hari seorang pemimpin yang adil lebih utama daripada beribadah 60 tahun ….” Maka sangat mudah bagi pemimpin mencapai kebahagiaan dunia akhirat. Hanya perlu meneladani Nabi SAW.

——— 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!