27 C
Sidoarjo
Tuesday, August 25, 2026
spot_img

Keprihatinan atas Peristiwa OTT Rektor Unsoed

Membaca pemberitaan media massa mengenai peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), sebagai warga masyarakat dan pemerhati pendidikan, saya sangat prihatin dan kecewa. Universitas yang seharusnya menjadi benteng pertahanan moral, etika, dan kebenaran, justru tercoreng oleh pusaran korupsi yang memilukan. Kejadian ini sungguh melukai hati sivitas akademika, alumni, serta masyarakat luas yang menaruh harapan besar pada institusi pendidikan tinggi.

Unsoed membawa nama besar Panglima Besar Jenderal Soedirman. Nama tersebut bukan sekadar identitas geografis, melainkan simbol integritas, perjuangan, kejujuran, dan dedikasi tanpa pamrih bagi bangsa. Ketika pucuk pimpinan di institusi yang menyandang nama agung pahlawan ini terjerat kasus hukum, ada beban moral luar biasa yang runtuh seketika. Bagaimana kita bisa menanamkan nilai karakter dan budaya antikorupsi kepada mahasiswa, jika teladan di puncak strukturnya justru memberikan contoh bertolak belakang? Fenomena kelam ini memicu krisis kepercayaan yang akut di lingkungan kampus.

Korupsi di sektor pendidikan tinggi adalah potret buram yang amat berbahaya bagi masa depan bangsa. Kampus adalah laboratorium pencetak generasi pemimpin negeri ini. Jika proses tata kelola di dalamnya sudah dikotori oleh praktik transaksional ilegal, kita patut cemas akan kualitas kepemimpinan nasional di masa mendatang. OTT ini menjadi sinyal keras bahwa sistem pengawasan internal di perguruan tinggi masih memiliki celah rapuh. Otonomi kampus dan wewenang besar seorang rektor semestinya diimbangi sistem transparansi, akuntabilitas publik, serta mekanisme checks and balances yang ketat, bukan menjadi ruang absolut yang rawan disalahgunakan demi kepentingan pribadi atau kelompok.

Berita Terkait :  Salurkan Donasi Rp32 Juta dan Kerahkan Tagana untuk Bantu Penanganan Bencana

Melalui surat ini, saya berharap momentum kelam ini menjadi titik balik bagi Kementerian Pendidikan dan pemangku kepentingan untuk evaluasi total terhadap tata kelola perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Proses pemilihan rektor, pengelolaan keuangan, hingga pengadaan barang dan jasa harus diperbaiki agar lebih transparan dan melibatkan pengawasan publik. Kampus harus segera dibersihkan dari mentalitas koruptif. Kepada seluruh sivitas akademika Unsoed, mari jadikan ujian berat ini sebagai momentum untuk bangkit, berbenah, dan mengembalikan marwah serta nama baik sang Jenderal. Jangan biarkan marwah kampus padam.

Ahmad R.
Masyarakat Peduli Pendidikan

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!