30 C
Sidoarjo
Saturday, August 22, 2026
spot_img

Shiddiqiyah Santuni Anak Yatim dan Veteran, Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Rangkaian kegiatan santunan anak yatim dan veteran oleh warga Shiddiqiyyah.

Jombang, Bhirawa. – Organisasi Shiddiqiyyah melalui Dhilaal Berkat Rohmat Alloh (Dhibra) Shiddiqiyyah Pusat menggelar kegiatan santunan kepada 200 anak yatim dan fakir miskin serta tapi asih kepada 30 veteran di Kabupaten Jombang.

Pemberian santunan dan tali asih ini merupakan wujud syukur warga Shiddiqiyyah atas kemerdekaan bangsa Indonesia.

Ketua Dhibra Shiddiqiyyah Pusat, Nyai Shofwatul Ummah, mengatakan, rangkaian kegiatan syukur kemerdekaan telah dimulai sejak 17 Agustus 2026.

“Berawal dari tanggal 17 Agustus, 18, 19 Agustus. Tanggal 17 Agustus tadi diawali dengan wiritan bersama, berdoa, mensyukuri nikmat kemerdekaan bangsa Indonesia, dan nikmat berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” terang Shofwatul Ummah, Sabtu (22/08).

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk pelaksanaan anjuran Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah untuk mensyukuri kemerdekaan melalui ibadah dan kegiatan sosial.

Setelah doa bersama dan sujud syukur, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Masing-masing penerimanmendapatkan paket dengan nilai Rp.250 ribu.

“Anak yatimnya dari Jombang, seputar Jombang,” tutur Nyai Shofwatul Ummah.

“Ini bentuk syukur. Karena tidak boleh kita tidak mensyukuri, harus mensyukuri, karena ini sebuah nikmat besar,” imbuhnya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Shiddiqiyyah (Orshid), Joko Herwanto menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan berdasarkan petunjuk Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah.

Berita Terkait :  Perkuat Layanan Air Minum, Perumda Tirta Kanjuruhan Bangun Sumur Bor di Desa Donowarih

Joko Herwanto menerangkan, Shiddiqiyyah memaknai 17 Agustus sebagai momentum memperingati kemerdekaan bangsa Indonesia, sedangkan 18 Agustus 1945 sebagai momentum berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Keduanya kata dia, tidak terpisahkan, dan wajib disyukuri.

Joko, Herwanto menambahkan, rasa syukur tersebut diwujudkan melalui dua bentuk, yakni ibadah ritual dan kepedulian sosial.

“Yang pertama dalam wujud syukur ibadah ritual: wiritan, sujud syukur selama tiga hari, 17, 18, 19 Agustus,” ujar dia.

Dalam kegiatan sosial tersebut, sekitar 200 fakir miskin dan anak yatim menerima bantuan dan ebanyak 30 veteran di Kabupaten Jombang mendapatkan tali asih.

Joko Herwanto menyampaikan, pemberian tali asih kepada veteran merupakan bentuk penghormatan terhadap para pejuang yang telah berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Kita tidak pernah melupakan pejuang-pejuang bangsa yang terefleksikan dengan kita selalu mengundang veteran-veteran yang ada di Kabupaten Jombang,” beber Joko Herwanto.

Shiddiqiyyah juga menjalankan program pembangunan ‘Rumah Syukur’ di berbagai daerah di Indonesia.

Nyai Shofwatul Ummah menyampaikan, pada 2026 terdapat 136 unit Rumah Syukur yang dibangun sebagai bagian dari rangkaian kegiatan syukur kemerdekaan.

Di Kabupaten Jombang, terdapat 10 unit rumah yang dibangun. Masing-masing rumah, diperkirakan menghabiskan biaya sekitar Rp.100 juta.

“Jadi bukan bedah rumah, tetapi rumah dari pondasi sampai selesai, sampai layak dihuni,” ucapnya.

“Ada keramik, plafon, lampu, kamar mandi, pokoknya siap pakai,” sambungnya.

Berita Terkait :  Bupati Madiun Ajak Ulama Awasi Pendidikan Digital

Dia menambahkan, program tersebut telah berjalan hampir 25 tahun. Jika diakumulasikan, jumlah rumah yang telah dibangun mencapai sekitar 2.500 unit di berbagai daerah di Indonesia.

Program ini telah konsisten diselenggarakan oleh Shiddiqiyyah setiap tahun dengan membangun sekitar 135 hingga 140 unit Rumah Syukur per tahun.

Nyai Shofwatul Ummah menegaskan, penerima Rumah Syukur tidak dibatasi berdasarkan latar belakang organisasi maupun agama.

“Untuk masyarakat umum. Tidak harus warga Shiddiqiyyah. Ada yang Kristen, ada yang Hindu. Awalnya kita tidak kenal semua. Sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan,” urainya.

Nyai Shofwatul Ummah berharap, berbagai kegiatan tersebut dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk memaknai kemerdekaan dengan memperkuat rasa syukur sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama. [rif.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!