Kota Mojokerto, Bhirawa – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, Gerakan Pramuka tidak hanya menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda, tetapi juga hadir sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan, kepedulian sosial, dan kemajuan teknologi.
Untuk itu peran penting Pramuka ini, galih terus ilmu pengetahuan untuk membentuk genrrasi muda yang berintegritas, disiplin dan berjiwa patriotik. Demikian poin penting disampaikan saat melepas 40 peserta kontingen Kota Mojokerto menuju Jambore Nasional XII di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Selasa (11/8) malam.
Pelepasan kontingen tersebut berlangsung bersamaan dengan Upacara Ulang Janji Hari Pramuka ke-65 di Taman Bahari Majapahit (TBM). Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota mengatakan, momentum ulang janji menjadi kesempatan untuk kembali meneguhkan komitmen pengabdian Pramuka kepada bangsa, negara, dan masyarakat.
“Ulang janji bukan sekedar tradisi tahunan. Di bawah naungan semangat Dasa Dharma dan Trisatya, kita menundukkan kepala untuk merenungkan kembali komitmen kesetiaan dan bakti kita kepada bangsa, negara,” tutur Ning Ita.
Menurutnya, 65 tahun perjalanan Gerakan Pramuka telah menunjukkan peran penting kepramukaan dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, disiplin, dan berjiwa patriotik.
Karena itu, Ning Ita mengajak seluruh jajaran pembina dan anggota Pramuka Kota Mojokerto menjadikan peringatan Hari Pramuka ke-65 sebagai momentum memperkuat kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Mari kita hadirkan Pramuka sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan, kepedulian sosial, serta pelopor kemajuan teknologi namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan,” tegasnya.
Pada Jambore Nasional XII, Kota Mojokerto mengirimkan 40 anggota kontingen. Sebanyak 32 di antaranya merupakan peserta penggalang tingkat SMP, yang didukung pimpinan kontingen cabang, pembina pendamping, serta anggota Dewan Kerja Cabang (DKC).
Ning Ita berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik Kota Mojokerto selama mengikuti kegiatan yang mempertemukan Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia. “Jagalah nama baik kota kita, daerah kita. Karena kalian di sana akan bertemu dengan teman-teman kalian dari berbagai daerah seluruh Indonesia. Maka sikap perilaku kalian akan mencerminkan baik atau buruknya nama Kota Mojokerto,” pesannya.
Ia juga meminta para peserta memanfaatkan Jambore Nasional sebagai ruang untuk memperluas persaudaraan dan memperkuat semangat kebinekaan. Selain itu, Ning Ita mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, keselamatan, stamina, dan kekompakan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Mojokerto, para pembina dan pelatih, serta orang tua yang telah memberikan dukungan dalam mempersiapkan para peserta. [min.wwn]


