26.8 C
Sidoarjo
Tuesday, August 11, 2026
spot_img

Potensi Pohon Bakau yang Membentang di Sidoarjo akan Dioptimalkan

Sidoarjo, Bhirawa. – Tanaman mangrove menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten/Kota yang berada di Pesisir pantai Utara Pulau Jawa dan Pemkab Sidoarjo menyatakan komitmennya untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir, melalui pengelolaan ekosistem mangrove yang berkelanjutan.

Di Balai Sidang Universitas Indonesia, Senin (10/8) kemarin, komitmen ini dideklarasikan dalam sebuah rangkaian ”Simposium Mangrove untuk Pemberdayaan Masyarakat dan Peluncuran Program Nilai Ekonomi Karbon Mangrove”.

Bupati Sidoarjo, Subandi, yang hadir secara pribadi dalam acara ini mengatakan, para kepala daerah yang hadir, menegaskan kalau ekosistem mangrove tidak hanya penting sebagai benteng alami pantai, tetapi juga sebagai fondasi ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

Di kabupaten Sidoarjo, menurut Subandi, ekosistem mangrove ini berada di sisi timur wilayah Kabupaten Sidoarjo. Membentang dari sisi utara sampai sisi selatan . Mulai dari Kecamatan Waru, Sedati, Buduran, Sidoarjo, Candi, Tanggulangin, Porong dan Jabon.

Selama ini tanaman mangrove di Sidoarjo lebih banyak dijadikan sebagai benteng alami pelindung abrasi pantai dan tambak. Namun juga mulai dimanfaatkan sebagai kawasan ekowisata bahari, juga mulai dikembangkan sebagai potensi aset ekonomi karbon bagi masyarakat sekitar.

”Meski pengolahan ekonominya oleh warga masih terbatas,” komentarnya.

Dengan dideklarasikan, maka didorong agar tanaman mangrove bisa dimanfatkan untuk menghasilkan secara ekonomi dan terus berkelanjutan. Misalnya mengoptimalkan potensi silvofishery, perikanan berkelanjutan, produk olahan hasil laut dan mangrove, hasil hutan bukan kayu, ekowisata, serta UMKM lokal yang bernilai tambah dan berdaya saing.

Berita Terkait :  Ground Breaking Gedung Ditreskrimsus Polda Jatim Diharapkan Maksimalkan Kinerja Jajaran

Kelembagaan ekonomi di desa dan lokal, lanjut Subandi, bisa ikut berperan. Seperti koperasi, Bumdes, mereka bisa bermitra dengan masyarakat dengan memberikan pembiayaan dalam pengelolaan, agar usahanya menjadi profesional.

”Dari mangrove terjadi kegiatan sinergi lintas sektor . Diantaranya, pemberdayaan masyarakat pesisir, menjaga kelestarian , dan pemanfaatan ekosistem mangrove secara berkelanjutan. Melalui deklarasi itu, kami berkomitmen menjadikan pengelolaan ekosistem mangrove untuk pembangunan masyarakat pesisir yang inklusif, produktif, tangguh, dan berkelanjutan,” lanjut Subandi.

Sinergi dari berbagai pihak yang mendukung untuk melakukan riset, inovasi, investasi, penerapan teknologi, membantu akses pasar, menurut Bupati Subandi, akan bisa mempercepat terwujudnya masyarakat pesisir yang mandiri dan sejahtera.

”Semua pihak perlu ikut dalam melestarikan tanaman mangrove , selain menjadi sumber kesejahteraan, ketahanan ekonomi, juga bisa menjadi salah satu warisan berharga bagi generasi saat ini dan mendatang,” tandasnya. [kus.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!