26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, August 12, 2026
spot_img

Malaysia Raja Baru Pariwisata Asia Tenggara

Oleh:
Sihabuddin
Penulis adalah Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta.

Malaysia semakin menorehkan prestasi di berbagai sektor. Baru-baru ini Malaysia dinyatakan selangkah lagi untuk resmi masuk dalam kategori negara maju atau berpendapatan tinggi versi Bank Dunia. Pendapatan per kapita Malaysia tercatat hanya berjarak sekitar 7,1 persen dari ambang batas minimum negara berpendapatan tinggi yang ditetapkan. Kemajuan Malaysia didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat, inflasi rendah, serta perbaikan kondisi fiskal federal dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi Malaysia mencapai 5,8 persen pada kuartal kedua tahun 2026, Tingkat inflasi domestik tetap terjaga rendah di level 1,9 persen dan angka pengangguran stabil pada kisaran 3,0 persen. Pertumbuhan ekonomi Malaysia yang semakin kuat tidak datang secara kebetulan. Pertumbuhan tinggi ekonomi Malaysia mulai melesat secara signifikan pada awal 1980-an hingga pertengahan 1990-an, dengan rata-rata pertumbuhan mencapai hampir 8% per tahun. Transformasi besar ini berakar dari penerapan Kebijakan Ekonomi Baru (New Economic Policy) pada awal 1970-an yang mengubah fokus negara dari komoditas mentah menjadi manufaktur. Maka tidak heran, Malaysia menjadi tujuan warga berbagai negara khusus dari negara-negara Asia untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Sehingga mudah sekali menemukan berbagai wajah Asia di Malaysia.

Kemajuan ekonomi yang signifikan berdampak pada kemajuan pariwisata. Sejak beberapa tahun terakhir Malaysia bersaing dengan Thailand sebagai negara yang paling banyak dikunjungi wisatawan asing di kawasan Asia Tenggara. Pada tahun 2025 Malaysia menjadi negara paling banyak dikunjungi wisatawan di antara negara-negara Asia Tenggara. Angka kunjungan ini melampaui capaian pada tahun 2024. Berdasarkan data Tourism Malaysia di bawah Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya, Malaysia telah menyambut 38,3 juta kunjungan turis asing hanya dalam 11 bulan pertama pada 2025. Sementara itu, Indonesia yang memiliki luas wilayah daratan lima kali dari luas Malaysia yang tentunya memiliki berbagai destinasi wisatawan lebih banyak dan lebih beragam dari Malaysia, per November 2025, jumlah total wisatawan mancanegara ke Indonesia hanya sebesar 13,98 juta kunjungan.

Berita Terkait :  Bupati Probolinggo Apresiasi Dua Atlet Masuk Timnas Kurash Indonesia

Di tahun 2026 Malaysia semakin mengukuhkan dirinya sebagai raja pariwisata internasional untuk kawasan Asia Tenggara. Kunjungan wisatawan asing ke Malaysia sepanjang Januari hingga Juni 2026 telah menembus 21,12 juta kunjungan, naik 2,5 persen dari periode yang sama tahun lalu. Angka ini mengukuhkan Malaysia sebagai pemenang pariwisata di kawasan Asia Tenggara. Sementara Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan Malaysia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada semester I (Januari-Juni) tahun 2026 mencapai 7.453.589 kunjungan. Meski Angka ini naik 5,71 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 dan menjadi catatan tertinggi sejak tahun 2020 tapi Malaysia tetap unggul jauh secara jumlah dengan jumlah kunjungan wisatawan asing tiga kali lipat lebih banyak dari pada kunjungan asing ke Indonesia.

Kesuksesan Malaysia menggantikan Thailand sebagai raja pariwisata Asia Tenggara disebabkan oleh kebijakan visa yang fleksibel dan perbaikan infrastruktur yang massif. Di saat Thailand berjuang dengan stabilitas, Malaysia justru menjadi titik terang di kawasan ini melalui serangkaian kebijakan strategis. Keberhasilan Malaysia menandai pergeseran peta kekuatan pariwisata di Asia Tenggara. Fokus pada kemudahan akses dan kenyamanan pelancong terbukti menjadi kunci utama dalam memenangkan hati wisatawan global di tengah ketidakpastian kondisi kawasan. Kemudahan akses yang dilakukan Malaysia dengan memberikan kemudahan masuk (bebas visa) bagi wisatawan dari berbagai negara besar seperti China dengan 90 hari dan India 30 hari, menyediakan ekosistem pariwisata yang nyaman dan inklusif tanpa memerlukan promosi yang terlalu rumit, membangun konektivitas penerbangan yang kuat serta ukuran wilayah yang strategis dan mudah diakses dan menawarkan destinasi kuliner dan warisan dunia di Penang, pulau bebas pajak Langkawi, hingga keindahan alam Sabah.

Berita Terkait :  Wilayah Ditentukan Sejarah

Tidak hanya itu, kesuksesan Malaysia sebagai raja baru di bidang pariwisata di kawasan Asia Tenggara disebabkan oleh branding yang mengakar kuat hingga saat ini. Slogan Malaysia Truly Asia bukan isapan jempol belaka. Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1999, kampanye ini diakui secara internasional sebagai salah satu strategi branding pariwisata paling sukses dan kuat di dunia dalam merangkum identitas nasional sebuah negara. Branding pariwisata ini berdasarkan oleh realitas keberagaman rakyat Malaysia yang seperti rangkuman wajah Asia. Malaysia dihuni oleh tiga kelompok etnis besar di Asia secara berdampingan dalam jumlah yang signifikan, yaitu Bumiputera 70,5% termasuk 57,3% Melayu dan 13,2% pribumi Sabah, Sarawak, serta Orang Asli), China 22,9%, dan India 6,6%. Pertemuan berbagai etnis ini menciptakan perpaduan tradisi, perayaan hari besar keagamaan, bahasa sehari-hari yang unik (pencampuran ragam bahasa), serta keragaman kuliner yang merepresentasikan corak khas Benua Asia.

Dari slogan “Malaysia Truly Asia” banyak wisatawan dari seluruh dunia berkunjung ke Malaysia. Sehingga menjelajahi Malaysia khususnya di kota-kota besar sangat mudah ditemui wisatawan berwajah Asia seperti China (Asia Timur), India (Asia Selatan) dan Arab (Asia Barat). Wisatawan berwajah Eropa juga mudah ditemui di Malaysia yang mewakili Asia Utara dan Tengah dengan karakteristik fisik dan budaya yang menonjol. Sedangkan wisatawan berwajah Melayu yang mewakili Asia Tenggara tentu sangat mudah ditemui, warga Melayu sebagai penduduk asli menempati posisi strategis di Malaysia, ditambah lagi wisatawan dari Indonesia dan Filipina dengan ciri fisik yang sama semakin memperkuat identitas Asia Tenggara sebagai tuan rumah dari bertemunya wajah Asia di Malaysia.

Berita Terkait :  Mendiskusikan Pernyataan Syiah Bukan Islam

————- *** ————

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!