27 C
Sidoarjo
Wednesday, August 26, 2026
spot_img

Jember Perkuat Posisi sebagai Kota Karnaval Internasional

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait membuka Night Street Parade International Jember Marching Carnival 2026, Sabtu (8/8/2026)

Pemkab Jember, Bhirawa. Jalan Sudarman Kabupaten Jember berubah menjadi panggung pertunjukan penuh warna, musik dan energi generasi muda, Sabtu (8/8/2026) malam. Ribuan mata tertuju pada Night Street Parade International Jember Marching Carnival (IJMC) 2026, yang resmi dibuka Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait.

Deretan marching band tampil memukau menyusuri jalan utama Jember. Dentuman drum, tiupan brass, serta gerakan para peserta berpadu dalam sebuah pertunjukan yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga memperlihatkan kreativitas, kedisiplinan dan sportivitas generasi muda.

Bagi Pemkab Jember, IJMC 2026 bukan sekadar kompetisi marching band. Event ini menjadi bagian dari strategi memperkuat Jember sebagai daerah tujuan penyelenggaraan event berskala nasional hingga internasional.

Gus Fawait mengatakan, Jember selama ini telah memiliki identitas kuat sebagai kota karnaval melalui Jember Fashion Carnival (JFC). Potensi tersebut, kata dia, kini terus dikembangkan melalui berbagai event yang memadukan seni, olahraga, pariwisata dan kreativitas anak muda.

“IJMC menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Jember sebagai daerah penyelenggara event berskala nasional dan internasional,” ujar Gus Fawait.

Menurutnya, semakin banyak event berkualitas digelar di Jember, semakin besar pula peluang daerah untuk menarik wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

Berita Terkait :  Pemkot Mojokerto Kirim 40 Peserta Jambore Nasional XII

Efek berganda tersebut dapat dirasakan berbagai sektor, mulai dari UMKM, pedagang kaki lima, kuliner, perhotelan hingga berbagai usaha pendukung pariwisata.

Dengan demikian, kemeriahan IJMC tidak berhenti ketika musik terakhir selesai dimainkan. Aktivitas ekonomi masyarakat ikut bergerak seiring kedatangan peserta dan pengunjung dari berbagai daerah, bahkan dari luar negeri.

Di balik penampilan spektakuler para peserta, terdapat proses latihan panjang yang membutuhkan kedisiplinan dan konsistensi.
Gus Fawait pun memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mempersiapkan diri secara maksimal.

Menurutnya, keberhasilan para peserta tampil di panggung IJMC tidak terlepas dari dukungan orang tua.

“Adik-adik sudah berlatih luar biasa dan adik-adik bisa seperti itu karena dorongan orang tuanya masing-masing,” katanya.

Ia menilai dukungan keluarga menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya generasi muda yang memiliki karakter, disiplin dan keberanian untuk berprestasi.

Ketua KORMI Kabupaten Jember, Tri Basuki, mengatakan IJMC bukan sekadar pertunjukan atau perlombaan. Menurutnya, IJMC menjadi panggung bagi generasi muda untuk menunjukkan hasil latihan, kreativitas, kedisiplinan sekaligus kecintaan terhadap seni dan olahraga.

Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Sabtu siang melalui Street Parade Junior dan Senior Non-Brass di Jalan Sudarman. Sebanyak 15 satuan drum band dan marching band ambil bagian dalam parade tersebut.

Malam harinya, kemeriahan berlanjut melalui Night Street Parade dengan tiga kategori kompetisi, yakni Open Class, Military Class dan International Class.

Berita Terkait :  Bupati Situbondo Launching Pembangunan Hotel Bintang Empat Pertama

Sebanyak 18 satuan marching band ambil bagian dalam kompetisi malam tersebut.
Sementara sehari sebelumnya, Jumat (7/8/2026), IJMC 2026 juga telah menggelar babak Preliminary Color Guard Battle, Drum Line Battle dan Brass Battle di Gedung Olahraga PKPSO Jember.

Yang membuat IJMC 2026 semakin istimewa adalah kehadiran peserta internasional.
Tahun ini, The Samut Prakan School, Thailand, turut ambil bagian dalam rangkaian IJMC.

Bagi Tri Basuki, kehadiran peserta dari Thailand menunjukkan bahwa Jember tidak hanya mampu menjadi tuan rumah event internasional, tetapi juga dapat menjadi ruang bertemunya generasi muda lintas negara.

“Kehadiran adik-adik dari Thailand adalah bukti bahwa Jember sudah menjadi rumah bagi persahabatan internasional. Melalui musik dan baris-baris, kita bicara dengan bahasa yang sama, bahasa persaudaraan,” ujarnya.

Menurutnya, nilai persahabatan tersebut menjadi salah satu pesan penting yang ingin dibawa melalui IJMC.

Kompetisi memang menjadi bagian dari acara. Namun, pengalaman, sportivitas dan persahabatan yang dibawa pulang para peserta menjadi nilai yang jauh lebih panjang.

Tri Basuki pun mengajak seluruh peserta menikmati setiap momen selama mengikuti IJMC 2026.

“Untuk para peserta, nikmati panggung ini, tunjukkan yang terbaik, jaga sportivitas, dan yang paling penting pulanglah dengan persahabatan yang baru,” katanya.

Dengan perpaduan seni, olahraga, pariwisata dan kreativitas generasi muda, IJMC 2026 menjadi warna baru dalam kalender event Jember.

Berita Terkait :  Suara Presiden Prabowo dan Asa untuk Kemanusiaan

Dari dentuman drum hingga parade malam, Jember tidak hanya sedang mempertontonkan kemeriahan marching band.

Jember sedang menunjukkan diri sebagai panggung kreativitas generasi muda sekaligus rumah bagi persahabatan internasional. (geh*)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!