32.8 C
Sidoarjo
Sunday, August 9, 2026
spot_img

Turnamen Penalty Kick Piala Wakil Ketua DPRD Gresik — Tim Setwan DPRD Gugur di Perempat Final

Gresik, Bhirawa — Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus HUT ke-3 Gelora Akor Muda (GAM) Desa Domas, Kecamatan Menganti, digelar Turnamen Penalty Kick Piala Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik. Sebanyak 32 tim sepak bola, yang terdiri dari Sekolah Sepak Bola (SSB), komunitas pecinta sepak bola, hingga para pemain legenda, turut meramaikan kompetisi ini.

Pertandingan menggunakan sistem gugur dengan format khusus — adu ketepatan tendangan penalti, berbeda dari pertandingan sepak bola pada umumnya. Persaingan semakin sengit saat memasuki babak delapan besar. Salah satu sorotan datang dari Tim Setwan DPRD Gresik yang harus berpulang lebih awal setelah bertemu tim Apotek 92 di babak perempat final. Dalam duel adu penalti tersebut, Tim Setwan DPRD kalah telak dengan skor 3–1.

Wakil Ketua DPRD Gresik, Mujid Riduan, menyampaikan bahwa turnamen ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang bagi para pecinta sepak bola untuk tetap aktif berkompetisi dalam suasana yang aman dan kondusif. Sebenarnya antusiasme peserta cukup tinggi — tercatat sekitar 40 tim mendaftar — namun panitia membatasi peserta menjadi 32 tim untuk pelaksanaan perdana.

“Kegiatan ini dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81, sekaligus HUT ke-3 Gelora Akor Muda Desa Domas. Kami menyelenggarakan turnamen penalty kick yang diikuti SSB, komunitas, maupun pemain legenda sepak bola di Kabupaten Gresik,” ujarnya, Minggu (9/8/2026).

Berita Terkait :  Piala Soeratin, Wali Kota Kembangkan Prestasi Sepak Bola di Kota Pasuruan

Format penalty kick dipilih sebagai langkah awal untuk menjaga keamanan dan kenyamanan selama turnamen, mengingat pertandingan sepak bola penuh dinilai memiliki potensi gesekan antar pemain yang lebih tinggi.

“Untuk tahap awal kami selenggarakan penalty kick dulu. Jika situasi aman dan kondusif, selanjutnya akan menggelar turnamen resmi dengan berkoordinasi bersama PSSI Kabupaten Gresik,” jelas Mujid Riduan.

Para peserta tidak hanya berasal dari Kecamatan Menganti, melainkan dari berbagai daerah — meliputi komunitas dan SSB se-Kabupaten Gresik, Komunitas Legend Gresik A dan B, hingga peserta dari Surabaya seperti wilayah Pakal. Komunitas lokal seperti Nusa Gembilang dan Akor Muda juga turut ambil bagian.

“Kehadiran para pemain muda hingga pemain senior membuat turnamen tidak sekadar menjadi ajang perebutan kemenangan, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan antar pecinta sepak bola,” ungkapnya.

Penyelenggaraan acara ini juga merupakan bentuk kepedulian terhadap perkembangan sepak bola di Gresik. Dengan banyaknya SSB dan komunitas sepak bola yang tumbuh, dibutuhkan wadah kompetisi yang berkelanjutan. Jika turnamen Penalty Kick Piala Wakil Ketua DPRD Gresik mendapat respons positif, maka di tahun berikutnya jumlah peserta dan nilai hadiah akan ditingkatkan.

Mujid Ridwan menambahkan bahwa kompetisi ini juga menjadi wujud kepedulian dan komitmen untuk memajukan sepak bola Gresik, sekaligus mendorong kompetisi liga warga atau Swaliga yang digulirkan sebagai bagian dari upaya memberikan ruang kompetisi yang berkelanjutan bagi para pemain sepak bola di daerah. [kim.kt]

Berita Terkait :  Dilantik, Ketua KONI Surabaya Optimis Raih 250 Emas Porprov 2027

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!