32.9 C
Sidoarjo
Sunday, August 9, 2026
spot_img

Kolaborasi Pemkab Gresik Dorong Penguatan Ekonomi Masyarakat Melalui SMK di Lingkungan Pesantren

Gresik, Bhirawa — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berkomitmen mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui ekosistem pesantren dan masjid, dengan fokus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu menjawab kebutuhan industri yang berkembang pesat di wilayah tersebut. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan kompetensi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), termasuk SMK yang berada di lingkungan pondok pesantren. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia industri, pesantren, lembaga pendidikan, dan lembaga zakat menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan hal tersebut di sela penyaluran bantuan penguatan ekonomi umat melalui program Zmart Pesantren, BAZNAS Ultra Mikro Masjid (BUMi), dan Santripreneur di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Gresik, Sabtu (8/8). Pemkab Gresik telah membangun kolaborasi lintas sektor melalui tim vokasi daerah untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan generasi muda, khususnya lulusan SMK. Kolaborasi ini melibatkan Tim Vokasi Daerah yang diketuai Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gresik, serta Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur.

“Fokus kita adalah SMK. Di pesantren-pesantren di Kabupaten Gresik banyak SMK, kemudian juga SMK di luar pesantren. Kami ingin ada pemberdayaan, peningkatan kapasitas, peningkatan keterampilan, peningkatan kemampuan bahasa — semuanya ditujukan kepada masyarakat Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan pertumbuhan industri di Gresik berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal. Pasalnya, semakin banyak investasi industri yang masuk ke Gresik membutuhkan SDM dengan keterampilan yang semakin spesifik.

Berita Terkait :  Wabup Lamongan Ajak Muhammadiyah Wujudkan Desa Tangguh Berdaya Saing

“Contohnya investasi asal China, yang membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan bahasa dan kompetensi tertentu. Minimal lulusan SMK itu bisa bahasa China, minimal lulusan SMK itu punya talenta-talenta terbaik,” ungkapnya.

Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Gresik menyiapkan dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), khususnya melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Seluruh upaya ini didukung penuh oleh alokasi anggaran APBD.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) dr. Abdul Muhaimin Iskandar bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan sejumlah bantuan pemberdayaan ekonomi di lokasi yang sama, meliputi Rp350 juta untuk menghadirkan tujuh unit Zmart Pesantren, Rp500 juta untuk lima masjid melalui program BUMi, serta Rp21 juta untuk Program Santripreneur melalui Kebun Pemberdayaan Berbasis Ekonomi Sirkular.

Muhaimin menegaskan bahwa pesantren memiliki posisi strategis sebagai ekosistem pemberdayaan masyarakat sekaligus penanggulangan kemiskinan yang paling mengakar di tengah masyarakat.

“Tidak ada ekosistem yang paling kuat dan mengakar kecuali pesantren di Tanah Air kita. Sehingga ekosistem penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan yang sangat siap itu adalah pesantren,” katanya.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. Sodik Mudjahid menambahkan bahwa program bantuan ekonomi berbasis masjid dan pesantren difokuskan untuk memperkuat kemandirian finansial umat dari tingkat akar rumput.

“Sejak tahun 2022, BAZNAS telah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk program Zmart dan BUMi Masjid. Khusus wilayah Jawa Timur, saat ini telah menjangkau kurang lebih 23 unit Zmart dan ratusan masjid di berbagai daerah,” ucap Sodik.

Berita Terkait :  Nahkodai Hallo.id, Andy Setiawan Perkuat Transformasi Menjadi Media Ekonomi Nasional

Penguatan modal usaha untuk pesantren dan masjid di Gresik dikolaborasikan bersama Kemenko PM, serta didukung koordinasi strategis bersama Kementerian Koperasi dan Danantara guna memperbesar skala pembiayaan usaha mikro. Secara nasional, program BUMi Masjid telah menjangkau 213 masjid di 35 provinsi dengan total 10.641 penerima manfaat, guna menggerakkan perekonomian syariah dari tingkat akar rumput.

“Harapan kami, melalui pendampingan dan penguatan modal ini, para penerima manfaat di Jawa Timur kelak dapat bertransformasi dan mengalami peningkatan status — dari mustahik menjadi muzakki,” pungkas Sodik. [kim.kt]

!

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!