Pemkot Kediri, Bhirawa. – Program tera ulang timbangan gratis yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri mendapat sambutan antusias dari para pedagang. Melalui layanan jemput bola ke pasar, kelurahan hingga pedagang emas, pemerintah berupaya memastikan keakuratan alat ukur sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam transaksi jual beli.
Kegiatan tera dan tera ulang alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP) berlangsung mulai 27 Juli hingga 9 September 2026. Memasuki pekan kedua pelaksanaan, layanan dipusatkan di Pasar Setono Betek, Kamis (6/8), setelah sebelumnya digelar di Pasar Grosir.
Selain pedagang di dalam pasar, layanan juga menyasar pelaku usaha di sekitar kawasan Pasar Setono Betek, seperti toko kelontong, toko kain hingga toko bangunan. Sehari sebelum pelaksanaan, petugas terlebih dahulu melakukan sosialisasi dan menyampaikan undangan kepada para pedagang.
Salah seorang pedagang bahan pokok di Pasar Setono Betek, Andri, mengaku rutin mengikuti tera ulang sejak mulai berjualan pada 2021. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab untuk menjaga kejujuran dalam bertransaksi dengan pelanggan.
Pada pelaksanaan kali ini, ia menguji dua timbangan yang digunakan sehari-hari, yakni timbangan manual dan timbangan elektrik.
“Layanan tera ulang sangat membantu karena pedagang tidak dapat memastikan tingkat akurasi timbangan secara mandiri tanpa bantuan petugas yang profesional. Pelayanan yang diberikan petugas juga sangat baik, dengan memberikan pemberitahuan beberapa hari sebelum kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Andri menilai layanan jemput bola jauh lebih praktis karena pedagang tidak perlu datang ke kantor metrologi. Ia berharap program tersebut terus dilaksanakan setiap tahun.
Hal senada disampaikan Hasan, pemilik toko bangunan di sekitar Pasar Setono Betek. Ia mengaku rutin mengikuti tera ulang setiap tahun untuk memastikan alat ukur yang digunakan tetap akurat.
“Pelayanan yang diberikan oleh para petugas penera juga sangat membantu. Semoga setelah mengikuti kegiatan tera ini, ketepatan timbangan yang saya gunakan dalam transaksi jual beli sehari-hari bisa semakin akurat dan bisa memuaskan pelanggan,” ungkapnya.
Kepala Disperdagin Kota Kediri, Moh. Ridwan, menjelaskan pelayanan tera ulang diberikan secara gratis. Pedagang cukup membawa alat timbang ke lokasi sidang pasar untuk diperiksa petugas.
Apabila hasil pemeriksaan memenuhi standar, petugas akan memberikan cap tera sah dan memasang stiker resmi sebagai bukti bahwa alat tersebut telah lolos pengujian.
Menurut Ridwan, Disperdagin melakukan sosialisasi melalui media sosial, surat undangan, serta bekerja sama dengan petugas pasar saat penarikan retribusi guna meningkatkan partisipasi pedagang.
“Alhamdulillah kita tidak menemukan kendala berarti selama kegiatan berlangsung karena mayoritas pedagang sudah rutin mengikuti kegiatan ini setiap tahunnya. Jika sudah ditera, kita akan menempelkan tanda cap dan stiker tera resmi yang bisa langsung dilihat pembeli sehingga mereka bisa tahu apakah alat timbang pedagang tersebut sudah teruji keakuratannya atau belum,” jelasnya.
Ridwan mengimbau pedagang yang belum mengikuti tera ulang agar segera mendatangi lokasi sesuai jadwal yang telah ditentukan. Masyarakat juga diminta lebih teliti saat berbelanja dengan memastikan timbangan yang digunakan pedagang telah dilengkapi stiker tera sah sebagai jaminan keakuratan sekaligus perlindungan bagi konsumen. [van.nov.kt]


