30.6 C
Sidoarjo
Wednesday, August 5, 2026
spot_img

Kadisnaker Provinsi Jatim Resmikan Job Fair 2026, Diikuti 34 Perusahaan Besar

Situbondo, Bhirawa – UPT BLK Situbondo kembali mengadakan job fair 2026, Rabu (5/8/2026). Kegiatan yang berjalan meriah tersebut diresmikan langsung Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jatim, Sigit Priyanto dengan didampingi Kepala UPT BLK Situbondo, Bahtiar Santoso serta Kadisnaker Kabupaten Situbondo.

Menurut Bahtiar Santoso, kegiatan Job Fair untuk mengurangi angka pengangguran yang ada di Kota Santri Situbondo. “Ini pesertanya ada 34 Perusahaan. Ada yang dari lokal Situbondo, Bali, Jember dan Surabaya,” beber mantan Kepala UPT Sumenep, Madura itu.

Masih kata Bahtiar Santoso, pihaknya patut berterimakasih kepada berbagai pihak yang telah ikut mendukung suksesnya kegiatan job fair 2026. “Job fair ini juga diikuti oleh 16 kalangan disabilitas yang ada di Situbondo. Ini agar para perusahaan ikut menerima mereka sebagai tenaga kerja baru. Ini amanat dan wajib seperti digariskan oleh UU,” aku pria asli Jember itu.

Sementara itu, Kadisnaker Provinsi Jatim, Sigit Priyanto, menimpali bahwa kegiatan job fair tahun 2026 ini merupakan upaya bersama untuk menjembatani para pencari kerja di Situbondo dan sekitarnya.

“Kegiatan ini untuk mempertemukan para pencari kerja dan penyedia kerja. Ini juga untuk mengurangi tingkat pengangguran terbuka,” kupasnya.

Masih kata Sigit, keberadaan UPT BLK Situbondo yang notabene milik Pemprov Jatim menjadi sandaran warga saat mencari tempat pelatihan dan peluang mencari kerja.

Berita Terkait :  24.800 Hektare Sawah di Kabupaten Bojonegoro Tercover AUTP

“Ini juga sama dengan Bupati Situbondo dalam hal mencari pekerjaan. Beri kompetensi mereka sehingga mudah dalam mencari pekerjaan,” tambah pejabat yang sangat humoris itu.

Sigit kembali menuturkan, agar keberadaan peluang kerja lokal, regional, nasional serta internasional segera diisi. Termasuk apa kebutuhan kerja yang dibutuhkan saat ini, urainya, untuk dikoordinasikan dengan UPT BLK Situbondo, untuk selanjutnya kita latih dengan baik.

” Sehingga kalau punya kompetensi, cepat mendapatkan pekerjaan dan bisa meningkatkan kesejahteraan para pencari kerja. Itu yang terpenting ya. Itu kita kerjasamanya dengan dunia pendidikan,” terang Sigit.

​Sigit juga ingin agar kegiatan Job Fair ini bisa mempertemukan teman-teman pencari kerja dengan pemberi kerja, sehingga kita dapat mengurangi Tingkat Pengangguran Terbuka dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya, kata Sigit, ada program optimalisasi UPT BLK Situbondo dan Pemetaan Kebutuhan Pasar Kerja. “Keberadaan UPT BLK Situbondo milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur harus benar-benar dimanfaatkan oleh warga Situbondo dan sekitarnya. BLK difungsikan untuk memberikan pembekalan kompetensi sehingga para peserta dapat segera terserap di pasar kerja lokal, nasional, maupun internasional,” bebernya.

​Guna memastikan efektivitas pelatihan, aku Sigit,  Disnakertrans menerapkan strategi pemetaan kebutuhan industri (skill mapping) sebelum pelatihan dimulai. Langkah ini melibatkan kolaborasi tiga sektor utama: Pendidikan, Ketenagakerjaan, dan Perindustrian.

​”Sebelum kita melatih, kebutuhan lowongan pekerjaan sudah kita petakan terlebih dahulu. Begitu selesai pelatihan, peserta bisa langsung terserap. Karena anggaran, program, dan SDM kita terbatas, kita harus bersinergi dan berkolaborasi dengan perusahaan industri, termasuk memanfaatkan program CSR untuk pelatihan tenaga kerja,” terangnya.

Berita Terkait :  IWAPI Kabupaten Lamongan Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan

​Selain menyiapkan tenaga kerja untuk sektor formal dan industri, lanjut Sigit, pelatihan di BLK juga diarahkan untuk mendorong peserta menjadi wirausahawan mandiri sesuai minat dan potensi yang dimiliki.

Sigit juga ​mendorong Ketenagakerjaan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas. Menjawab pertanyaan awak media terkait peluang kerja bagi kelompok disabilitas di Situbondo,  Sigit menegaskan pentingnya kepedulian dari dunia industri.

“Pemprov Jatim sendiri telah bekerja sama dengan lembaga internasional seperti Plan International dan jaringan program inklusi untuk melatih pemuda, perempuan, serta kelompok berkebutuhan khusus,” akunyat.

​Untuk itu Sigit juga berharap dunia industri turut peduli. Pembekalan kompetensi sangat penting agar rekan-rekan disabilitas memiliki keahlian yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. “Dengan keterampilannya, mereka dapat diakomodasi dan ditempatkan secara layak,” tambahnya.

Masih kata Sigit, penguatan Kerja Sama MoU dengan Industri dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UPT BLK dengan sejumlah perusahaan mitra, salah satunya PT NUSEA dari Sidoarjo. Penandatanganan kerja sama ini menunjukkan komitmen dunia usaha dalam mengawal dan menyerap alumni pelatihan BLK.

​”Kami mengimbau agar insan media untuk turut menyebarluaskan informasi mengenai kualifikasi dan kebutuhan tenaga kerja yang ada di lapangan, agar koordinasi pelatihan di BLK semakin presisi dan menjawab kebutuhan pasar kerja,” pungkas Sigit.  [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!