29.6 C
Sidoarjo
Tuesday, July 21, 2026
spot_img

Bambang Irianto Minta Negara Hargai Pejuang Lingkungan

Pemnkot Malang, Bhirawa. – Penerima penghargaan tertinggi bidang lingkungan hidup (Kalpataru) kategori Pembina Lingkungan Nasional, Ir. Bambang Irianto, menyoroti pentingnya perubahan cara pandang pemerintah dalam memberdayakan para pejuang lingkungan.

Menurutnya, penghargaan Kalpataru tidak boleh berhenti sebatas seremoni tahunan, melainkan harus menjadi pintu masuk untuk melibatkan para pegiat dalam penyusunan kebijakan pembangunan berkelanjutan.

Bambang mengungkapkan, evaluasi mendasar ini mengemuka saat pertemuan para penerima Kalpataru lintas angkatan di Kebun Raya Bogor. Forum yang diinisiasi BRIN, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Yayasan Kebun Raya Bogor tersebut menghimpun sekitar 40 tokoh lingkungan dari berbagai daerah sejak era Menteri Emil Salim.

“Dalam forum itu, saya menyaksikan sendiri banyak penerima Kalpataru menyampaikan kekecewaan. Mereka merasa setelah menerima penghargaan, perannya seolah selesai. Bahkan ada pegiat dari Papua yang sampai berniat mengembalikan trofinya karena merasa perjuangannya tidak lagi dihargai,” ujar Bambang, Senin (20/7/).

Ini adalah amanah sekaligus investasi bangsa. Kalau terus diberdayakan, mereka dapat menjadi motor penggerak lahirnya generasi baru pejuang lingkungan.

Ia menilai kondisi tersebut sangat ironis. Sebab, para penerima Kalpataru adalah individu yang telah teruji rekam jejak dan dedikasinya dalam menjaga lingkungan secara nyata di daerah masing-masing.

Akar persoalannya, lanjut Bambang, terletak pada sempitnya pemahaman terhadap isu lingkungan hidup. Selama ini pegiat lingkungan kerap diposisikan sebatas pelaksana teknis, seperti pengelola sampah, konservasi air, penghijauan, atau ketahanan pangan semata.

Berita Terkait :  Perumda Air Minum Surya Sembada Kerja Sama dengan Korea Selatan Perkuat Smart Water Management

“Padahal isu lingkungan hidup itu sangat holistik. Lingkungan berkaitan erat dengan pendidikan, ekonomi, budaya, kesehatan, tata ruang, hingga pembangunan daerah. Jika penerima Kalpataru hanya dikotakkan pada urusan teknis, potensi besar mereka akan terbuang sia-sia,” tegasnya.

Pria yang dikenal lewat berbagai inovasi lingkungan berbasis masyarakat ini menekankan, pejuang lingkungan seharusnya diberi ruang strategis dalam merumuskan kebijakan dan memperkuat gerakan sosial. Adapun aspek teknis operasional dapat diserahkan kepada para ahli di bidangnya masing-masing.

Ia berharap adanya sinergi yang lebih solid antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan komunitas untuk merangkul para penerima Kalpataru. Pengalaman panjang para tokoh lingkungan ini merupakan modal sosial berharga dalam menjawab tantangan krisis iklim dan lingkungan masa kini. [mut.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!