27.8 C
Sidoarjo
Thursday, July 16, 2026
spot_img

Juwita Kirana, Inovasi SMPN 6 Pasuruan Lestarikan Bahasa dan Budaya Jawa


Pasuruan, Bhirawa – SMP Negeri 6 Pasuruan terus memperkuat pendidikan karakter dengan melestarikan bahasa dan budaya Jawa melalui program Juwita Kirana. Program yang diikuti seluruh 745 siswa ini dilaksanakan setiap hari Jumat sebagai upaya membiasakan penggunaan bahasa Jawa sekaligus menanamkan nilai-nilai kesantunan dan kearifan lokal di lingkungan sekolah.

Koordinator Program Juwita Kirana, Anisul Kharis, S.Pd., mengatakan program tersebut lahir dari tanggung jawab moral sekolah untuk menjaga kelestarian bahasa dan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman. Melalui pembiasaan yang dilakukan secara rutin, bahasa Jawa diharapkan tidak lagi dipandang sebagai bahasa asing oleh generasi muda, melainkan menjadi identitas yang membanggakan.

“Karakter dibentuk melalui pembiasaan. Melalui Juwita Kirana, siswa dilatih berbahasa Jawa dengan tata krama yang tepat sekaligus menumbuhkan sikap rendah hati dan menghormati orang lain,” ujarnya.

Berbagai kegiatan digelar setiap Jumat untuk mendukung program tersebut. Kegiatan diawali dengan morning greeting, di mana guru menyambut siswa menggunakan bahasa Jawa krama dan dijawab dengan bahasa yang santun oleh para siswa.

Selain itu, ditambahkan guru bahasa jawa ini, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) setiap Jumat juga menggunakan bahasa Jawa, sementara guru dan siswa mengenakan pakaian lurik sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal.

Sekolah juga menggelar literasi budaya melalui siaran langsung TikTok Juwita Kirana setiap pukul 09.00. Konten yang disajikan menggunakan bahasa Jawa krama, mulai dari edukasi, cerita inspiratif, tembang Jawa hingga diskusi ringan yang dikemas menarik bagi generasi muda.

Berita Terkait :  Liburan Sekolah Bikin Anak Aktif Bermain dan "Bau Matahari", Ini yang Perlu Dilakukan Orang Tua

Tak hanya itu, permainan tradisional seperti bendan, nekeran, pathel lele, dakon, dan lompat tali kembali dihidupkan saat jam istirahat untuk melatih kerja sama dan mempererat interaksi antarsiswa.

Pada Jumat pekan keempat setiap bulan, seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX juga mengikuti presentasi makanan atau jajanan tradisional selama 15 menit sebelum waktu istirahat.

“Dalam kegiatan ini, siswa memperkenalkan nama, bahan, hingga filosofi makanan tradisional menggunakan bahasa Jawa, sehingga mampu memperkaya kosakata sekaligus melatih kemampuan berbicara dengan unggah-ungguh yang baik,”jelasnya.

Lebih lanjut, kegiatan literasi juga diperkuat melalui pembiasaan membaca majalah setiap Jumat.

Guru yang akrab disapa Anis ini menilai, Juwita Kirana merupakan investasi jangka panjang dalam membangun karakter peserta didik. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi dari tumbuhnya pribadi yang santun, beretika, rendah hati, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya di tengah kemajuan teknologi.

“Melalui sentuhan budaya setiap hari Jumat, kami ingin menyiapkan generasi yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga tetap berakar pada nilai-nilai budaya dan kemanusiaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 6 Pasuruan, Yani Masyithah, mengatakan program Juwita Kirana merupakan bagian dari rangkaian inovasi sekolah yang sejalan dengan visi “Terwujudnya Peserta Didik yang Ber-IPTEK, Berkarakter, dan Berbudaya Lingkungan Berdasarkan Profil Lulusan.”

Menurutnya, inovasi tersebut menjadi langkah strategis sekolah dalam menjawab tantangan pendidikan modern, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan perubahan karakter generasi muda.

Berita Terkait :  Pengabdian Mahasiswa di Ngagel Rejo: Alat Press Sampah Resmi Hadir untuk Perkuat Gerakan Kebersihan RW

“Di tengah pesatnya arus digitalisasi, sekolah tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode konvensional. Karena itu, berbagai inovasi kami rancang sebagai satu ekosistem yang saling terintegrasi untuk memperkuat karakter, meningkatkan mutu pembelajaran, sekaligus membangun budaya sekolah yang adaptif dan inklusif,” ujar Yani.

Ia menegaskan, seluruh inovasi yang diterapkan bukan sekadar program kerja, melainkan wujud nyata untuk membumikan visi sekolah melalui pembiasaan budaya positif, penguatan karakter, kepedulian terhadap lingkungan, serta pengembangan potensi peserta didik.

Yani berharap, seluruh program tersebut mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat serta kepedulian terhadap lingkungan.

“Tujuan terbesar dari seluruh inovasi ini adalah mencetak lulusan SMP Negeri 6 Pasuruan yang tangguh dan siap menghadapi masa depan. Kami tidak ingin sekadar meluluskan siswa yang hanya membawa ijazah, tetapi melahirkan generasi yang cerdas pikirannya, mulia perilakunya, serta peduli terhadap kelestarian lingkungan sehingga siap menjadi calon pemimpin masa depan yang membanggakan sekolah, keluarga, dan bangsa,” pungkasnya. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!