Oleh:
Rachmat Caesar BS, Kota Surabaya
Hampir kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, itulah yang dirasakan sang cucu dari Yatinem yaitu Senia. Maklum keterbatasan ekonomi yang dialami bersama sang nenek, Yatinem, sempat membuat impian gadis itu untuk tetap bersekolah nyaris terhenti.
Bahkan, Yatinem mengaku sempat diliputi kebingungan dan keputusasaan ketika memikirkan masa depan pendidikan cucunya di tengah keterbatasan ekonomi yang mereka hadapi. “Orang sudah tua dan tidak punya apa-apa, saya sempat bingung karena tidak punya biaya untuk menyekolahkan Senia. Saya hanya bisa berdoa semoga ada jalan agar dia tetap bisa sekolah,” tuturnya.
Namun, harapan baru akhirnya hadir setelah Senia diterima sebagai siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kediri. Harapan itu semakin terasa nyata saat Senia dan Yatinem mengikuti kegiatan Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SRT Kediri, Selasa (14/7/2026).
Raut wajah bahagia tak dapat disembunyikan keduanya ketika pertama kali menginjakkan kaki di lingkungan sekolah yang akan menjadi tempat Senia menimba ilmu sekaligus tinggal selama menjalani pendidikan. Keduanya berkeliling melihat berbagai fasilitas yang akan menjadi bagian dari kehidupan Senia selama menempuh pendidikan.
Dari asrama, ruang kelas, tempat tidur, kamar mandi hingga fasilitas penunjang lainnya, semuanya menghadirkan rasa lega sekaligus harapan baru bagi keluarga kecil tersebut.Pada momen itu, Senia dan Yatinem menyusuri setiap sudut gedung SRT Kediri dengan penuh rasa ingin tahu.
Senia tampak beberapa kali tersenyum saat memasuki kamar asrama yang akan menjadi tempat tinggalnya. Tempat tidur yang tertata rapi, lemari penyimpanan, hingga kamar mandi yang bersih membuat gadis yang akan menempuh pendidikan tingkat SMP itu semakin yakin menjalani kehidupan barunya di Sekolah Rakyat (SR).
Tak hanya asrama, ruang-ruang belajar yang nyaman juga menarik perhatian mereka. Ruang kelas yang bersih, lingkungan sekolah yang tertata, serta berbagai fasilitas pendukung pembelajaran memberikan keyakinan bahwa Senia akan memperoleh lingkungan belajar yang layak dan kondusif untuk mengembangkan kemampuannya.
Yatinem mengaku bersyukur melihat fasilitas yang disediakan SR bagi cucunya. Selama ini, ia hanya berharap Senia dapat terus bersekolah meski hidup dalam keterbatasan. Bahkan, kondisi ekonomi keluarga sempat membuatnya khawatir Senia tidak bisa melanjutkan pendidikan. Kini, setelah melihat langsung kondisi sekolah, kekhawatiran yang sempat dirasakannya perlahan berubah menjadi rasa tenang. “Saya senang sekali melihat sekolahnya. Asramanya bagus, tempat tidurnya rapi, kamar mandinya juga bersih,” ungkapnya.
Sementara itu, bagi Senia, momen tersebut menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Kesempatan untuk melanjutkan sekolah yang sempat terasa mustahil kini benar-benar berada di depan mata. Ia mengaku semakin bersemangat untuk memulai kehidupan barunya bersama teman-teman dari berbagai daerah. Lingkungan sekolah yang nyaman membuatnya optimistis dapat belajar dengan lebih fokus dan mengejar cita-citanya.
“Saya senang sekali, sekolahnya bagus, asramanya juga nyaman. Saya jadi semakin semangat belajar supaya bisa membanggakan nenek,” katanya dengan senyum bahagia.
Di tengah keterbatasan ekonomi yang selama ini mereka hadapi, kehadiran SRT Kediri menjadi secercah harapan bagi Senia dan neneknya. Fasilitas pendidikan, tempat tinggal, kebutuhan hidup, hingga proses pembelajaran yang akan diberikan membuat mereka percaya bahwa kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik kini terbuka lebar.
Bagi Yatinem, kebahagiaan terbesar bukan hanya melihat cucunya diterima di SR, tetapi juga menyaksikan secara langsung lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung proses belajar. “Semoga Senia dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin agar kelak mampu mewujudkan cita-citanya dan mengubah masa depan keluarga,” pungkasnya penuh harap. [rac.gat]


