Surabaya, Bhirawa – Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Untag Surabaya, Annisa Putri Anggraini, tengah menjalani program magang internasional di Thailand. Mahasiswa angkatan 2023 itu mengikuti program Walailak University Thailand dan kini mendapat pengalaman profesional di Santiburi Koh Samui sebagai spa receptionist.
Kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Annisa untuk mengenal langsung dunia kerja internasional, khususnya industri hospitality. Dalam program ini, ia tidak hanya mengasah kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga belajar memahami standar pelayanan hotel berbintang lima dan budaya kerja lintas negara.
Perjalanan Annisa menuju program magang itu dimulai dari pencarian informasi secara mandiri. Setelah itu, ia mengikuti sejumlah tahapan seleksi, mulai dari penyusunan esai, wawancara bersama pihak Untag Surabaya, wawancara dengan pihak hotel, hingga wawancara akhir bersama manajer Departemen Spa.
Menurut Annisa, persiapan yang matang menjadi salah satu kunci keberhasilannya. Ia banyak melatih kemampuan komunikasi berbahasa Inggris, memperbaiki CV, mempelajari profil perusahaan, serta berlatih menjawab pertanyaan wawancara dengan percaya diri.
“Persiapan yang paling membantu adalah meningkatkan kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris, terutama untuk menghadapi wawancara. Selain itu, saya juga mempersiapkan CV dengan sebaik mungkin, mempelajari profil perusahaan tempat saya akan magang, serta melatih cara menjawab pertanyaan interview dengan percaya diri,” tuturnya, Rabu (15/7).
Selama menjalani magang di Santiburi Koh Samui, Annisa bertugas sebagai spa receptionist, mulai dari menyambut pengunjung, membantu reservasi layanan spa, menjelaskan jenis perawatan, menerima panggilan telepon, mengatur jadwal terapis, hingga berkoordinasi dengan departemen lain. Annisa juga berinteraksi dengan tamu dari berbagai negara. Pengalaman tersebut membuat kemampuan komunikasi, pelayanan, dan profesionalismenya semakin berkembang.
Meski telah memiliki bekal bahasa Inggris dari bangku kuliah, Annisa mengaku tetap mengalami culture shock saat pertama kali bekerja di Thailand. Salah satu tantangan yang paling terasa adalah perbedaan aksen bahasa Inggris yang digunakan masyarakat setempat.
“Salah satu culture shock yang paling saya rasakan adalah cara orang Thailand berbicara menggunakan bahasa Inggris. Awalnya saya sering bingung karena pengucapannya berbeda dengan yang biasa saya pelajari. Misalnya, kata yang berakhiran huruf ‘L’ sering terdengar seperti ‘N’, atau huruf ‘S’ terdengar seperti ‘T’,” ceritanya.
Dari pengalaman itu, Annisa menyadari bahwa kemampuan berbahasa Inggris perlu diiringi dengan keterampilan memahami berbagai aksen dari negara berbeda.
Selain bahasa, Annisa juga belajar tentang budaya kerja di Thailand yang menekankan disiplin, ketepatan waktu, kerja sama tim, dan pelayanan prima. Setiap pekerjaan dilakukan berdasarkan standar operasional yang jelas sehingga setiap karyawan memahami tanggung jawab masing-masing.
Annisa menilai pengalaman selama kuliah di FIB Untag Surabaya menjadi bekal penting dalam menghadapi lingkungan kerja internasional. Mata kuliah, kegiatan akademik, dan pengalaman organisasi membantunya mengasah komunikasi, public speaking, kerja sama tim, serta kepercayaan diri.
“Selama kuliah saya belajar kemampuan berbahasa Inggris, komunikasi, public speaking, serta bekerja sama dalam tim melalui berbagai kegiatan akademik maupun organisasi. Pengalaman tersebut sangat membantu ketika saya harus berkomunikasi dengan tamu internasional dan bekerja sama dengan rekan kerja dari berbagai negara,” jelasnya.
Bagi Annisa, magang di hotel internasional menjadi bekal berharga untuk membangun karier di industri hospitality. Ia berharap pengalaman tersebut dapat membuka lebih banyak peluang kerja, baik di Indonesia maupun di luar negeri.
“Jangan takut mencoba dan jangan menunggu kesempatan datang. Jika memiliki impian mengikuti program internasional, mulailah mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris, bangun rasa percaya diri, dan berani keluar dari zona nyaman. Setiap tantangan akan menjadi pelajaran berharga untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja global,” pesannya.
Pengalaman Annisa menjadi bukti bahwa mahasiswa FIB Untag Surabaya memiliki peluang untuk bersaing di tingkat internasional. Melalui program magang lintas negara, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman profesional, tetapi juga mengembangkan kemampuan adaptasi, komunikasi lintas budaya, dan kesiapan menghadapi dunia kerja global. [ina.wwn]


