Kabupaten Pasuruan, Bhirawa. – Kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil. Prinsip itulah yang dibuktikan oleh kontingen Pengkab Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kabupaten Pasuruan.
Memanfaatkan momen libur sekolah untuk menggenjot latihan, mereka sukses memborong 78 medali dan menyabet gelar Juara Umum II dalam Kejurnas Finswimming Piala Bupati Badung Open 2026 di Bali, 10-12 Juli lalu.
Total 78 medali yang dibawa pulang ke Pasuruan itu bukan main-main. Rinciannya terdiri atas 31 medali emas, 30 perak, dan 17 perunggu.
Tentusaja, sebuah capaian luar biasa mengingat kompetisi ini diikuti oleh peselam tangguh dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk tuan rumah Bali.
Kepala Pelatih Finswimming Kabupaten Pasuruan, M. Riyad, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya atas performa anak-asuhnya.
Menurutnya, kegemilangan di Pulau Dewata tersebut adalah buah dari kesiapan mental dan fisik yang digembleng habis-habisan sebelum kompetisi.
“Fisik dan mental itu modal utama atlet. Fisik yang prima dan mental juara harus tertanam kuat. Saya sangat bangga dengan perjuangan mereka di arena,” papar Riyad, Selasa (14/7).
Riyad membeberkan, kunci sukses timnya kali ini terletak pada kedisiplinan selama masa persiapan.
Alih-alih bersantai saat liburan sekolah, para atlet justru harus melahap porsi latihan dua kali lipat lebih banyak, baik untuk pemantapan teknik di kolam maupun penguatan fisik (endurance).
Strategi itu sengaja diambil untuk mengimbangi kekuatan tim lawan, terutama kontingen tuan rumah yang dikenal memiliki gudang atlet selam potensial.
“Dan kita sangat bersyukur bisa mengunci posisi Juara Umum II. Lawan kita berat, terutama Bali yang diuntungkan status tuan rumah dan punya basis atlet yang sangat besar,” jelas Riyad.
Usai berjaya di Bali, POSSI Kabupaten Pasuruan tidak mau cepat puas. Target jangka panjang kini sudah dipetakan. Riyad menegaskan fokus berikutnya adalah regenerasi demi mencetak bibit-bibit muda potensial.
Mereka diproyeksikan untuk menjadi tulang punggung Kabupaten Pasuruan dalam ajang yang lebih bergengsi, seperti Porprov Jatim hingga PON.
“Pembinaan tidak boleh putus dan harus dimulai dari sekarang. Ini momen emas untuk menjaring bibit unggul yang akan membawa harum nama Kabupaten Pasuruan di masa depan,” urai Riyad. [hil.hel]


