27.2 C
Sidoarjo
Tuesday, July 14, 2026
spot_img

Mahasiswa Untag Surabaya Sosialisasikan Dampak Bullying di MI Ma’aruf NU Assa’adah


Gresik, Bhirawa – Sekolah merupakan rumah kedua bagi setiap anak. Di tempat inilah mereka belajar membaca, berhitung, mengenal nilai-nilai kehidupan, membangun persahabatan, serta mengembangkan karakter untuk masa depan.

Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses belajar mengajar. Ketika siswa merasa diterima, dihargai, dan terlindungi, mereka akan lebih percaya diri untuk belajar, berinteraksi, serta mengembangkan potensi yang dimiliki.

Sebaliknya, apabila lingkungan sekolah dipenuhi dengan perilaku yang menyakiti teman, rasa aman tersebut akan perlahan menghilang dan berdampak pada perkembangan anak.

Melihat pentingnya permasalahan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Untag Surabaya yang terdiri dari Sonya Kanza Maulidya K, Pradita Arni Ramadhani, Bunga Aurelia Putri S, Tri Nurul Amaliah dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Tan Evan Tandiyono melaksanakan program kerja “Penyuluhan Guna Meningkatkan Pemahaman Siswa tentang Dampak Bullying melalui Kegiatan Sosialisasi di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU Assa’adah Sukowati, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.”

Pemilihan siswa sekolah dasar sebagai sasaran kegiatan bukan tanpa alasan. Masa sekolah dasar merupakan periode penting dalam pembentukan karakter anak. Nilai-nilai seperti empati, kepedulian, kerja sama, sopan santun, dan sikap saling menghargai mulai berkembang pada usia tersebut.

Kegiatan penyuluhan dilaksanakan dengan suasana yang menyenangkan dan penuh semangat. Mahasiswa KKN tidak hanya menyampaikan materi melalui metode ceramah, tetapi juga mengajak siswa berdiskusi, menjawab pertanyaan, serta menceritakan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan seperti ini dipilih agar siswa lebih mudah memahami materi tanpa merasa bosan.

Berita Terkait :  Dindik Jatim Cetak Guru Jadi Mentor Digital

Pada awal kegiatan, siswa diajak mengenal pengertian bullying secara sederhana. Bullying dijelaskan sebagai tindakan menyakiti orang lain yang dilakukan dengan sengaja dan berulang-ulang sehingga membuat korban merasa sedih, takut, malu, tidak percaya diri, atau merasa tidak diterima di lingkungan sekitarnya. Penjelasan ini disampaikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami sesuai dengan usia peserta. Mahasiswa juga memberikan contoh-contoh nyata yang sering terjadi di lingkungan sekolah agar siswa dapat membedakan mana perilaku bercanda yang sehat dan mana yang sudah termasuk tindakan bullying.

Selanjutnya, siswa dikenalkan pada berbagai bentuk bullying yang sering terjadi. Bentuk pertama adalah bullying verbal, yaitu tindakan menyakiti melalui ucapan.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN Untag Surabaya juga menjelaskan berbagai dampak bullying terhadap korban. Anak yang menjadi korban bullying sering kali mengalami penurunan semangat belajar, sulit berkonsentrasi di kelas, merasa takut bertemu teman, hingga enggan datang ke sekolah.

Dalam beberapa kasus, korban menjadi lebih pendiam, sering menangis, kehilangan rasa percaya diri, dan merasa dirinya tidak berharga. Apabila kondisi tersebut berlangsung terus-menerus tanpa adanya pendampingan dari guru maupun orang tua, dampaknya dapat memengaruhi perkembangan psikologis anak hingga masa remaja.

Tidak hanya korban, pelaku bullying juga dapat mengalami dampak negatif. Anak yang terbiasa melakukan bullying berisiko mengembangkan perilaku agresif, sulit mengendalikan emosi, kurang memiliki rasa empati, dan mengalami kesulitan menjalin hubungan sosial yang sehat.

Berita Terkait :  Rutan Sediakan Klinik Pancasila untuk Peningkatan Minat Baca Ratusan WBP

Mahasiswa KKN juga mengajak siswa untuk membangun kebiasaan-kebiasaan positif di lingkungan sekolah. Misalnya dengan membiasakan mengucapkan salam, saling menyapa, membantu teman yang mengalami kesulitan belajar, menghargai perbedaan kemampuan, tidak mengejek kekurangan orang lain, serta berani meminta maaf apabila melakukan kesalahan. Nilai-nilai sederhana tersebut merupakan dasar dalam membangun karakter yang baik dan menjadi langkah nyata untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak.

Muhammad Ali Makhsun selaku Wakil Ketua Kurikulum tahun ajaran 2026-2027 mengaku bersyukur terkait dengan kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa Untag Surabaya.

“Saya mewakili lembaga tentunya mengucapkan banyak terima kasih karena materi ini juga sangat menyentuh langsung, karena memang sudah tidak dapat dipungkiri lagi tingkah laku anak makin tahun semakin diluar kendali kita,” jelas Ali Mahsun.

Program ini juga menjadi bukti bahwa kegiatan Kuliah Kerja Nyata tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan karakter. Dengan memberikan edukasi sejak usia dini, mahasiswa berharap dapat menanamkan nilai-nilai empati, toleransi, kepedulian, dan rasa saling menghormati yang akan menjadi bekal penting bagi generasi penerus bangsa. [why]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!