27.2 C
Sidoarjo
Tuesday, July 14, 2026
spot_img

Limbah Lemak Meluber ke Jl Soekarno-Hatta, Pemkot Pasuruan Tutup Outlet IPAL Mie Gacoan

Kota Pasuruan, Bhirawa. – Aroma tak sedap dan ceceran limbah lemak yang meluber hingga ke jalan raya di kawasan Jl Soekarno-Hatta, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan akhirnya berujung tindakan tegas. Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan mengambil langkah menutup dan menyegel saluran pembuangan limbah milik gerai kuliner populer, Mie Gacoan, Rabu (14/7).

Tindakan tegas ini dimotori Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) dengan dikawal ketat oleh personel Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta pihak kelurahan setempat. Sedangkan pihak manajemen Mie Gacoan hanya bisa tertunduk lesu dan menyaksikan proses penyegelan tanpa bisa berbuat banyak.

Kepala DLHKP Kota Pasuruan, Samsul Rizal, menyampaikan tindakan penyegelan terhadap saluran outlet Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tersebut terpaksa dilakukan karena pihak manajemen dinilai abai. Menurutnya, sistem pengolahan limbah di gerai tersebut jauh dari kata standar. Sehingga, memicu pencemaran lingkungan yang serius.

”Sebetulnya sudah ada peringatan beberapa kali. Tapi, karena keluhan warga terkait dampak limbah ini sudah sangat meresahkan, maka harus ada tindakan tegas. Kami melakukan penutupan pada saluran outlet sebelum masuk ke saluran drainase kota,” ujar Samsul Rizal kepada awak media di lokasi penyegelan.

Pantauan di lapangan, kondisi di sekitar gerai memang cukup memprihatinkan. Sehari sebelum penyegelan, tepatnya Senin (13/7), Tim DLHKP mendapati limbah cair yang bercampur lemak pekat mengalir bebas di samping jalan raya, tepat di depan area parkir.

Berita Terkait :  Empat Dokter Internship Meninggal Diduga Karena Beban Kerja, Komisi IX DPR RI Desak Pembentukan Tim Investigasi

Limbah berbau menyengat tersebut tampak menyelinap di sela-sela drainase trotoar dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan serta warga sekitar.

Rizal menambahkan, dua pekan lalu pihaknya telah melayangkan surat peringatan resmi agar manajemen segera membenahi sistem IPAL mereka. Langkah itu diambil setelah hasil uji laboratorium terhadap sampel air limbah Mie Gacoan keluar dengan hasil yang mencengangkan.

”Hasil uji laboratorium menunjukkan limbahnya sudah melebihi baku mutu. Kondisinya sangat jelek dan berbahaya bagi ekosistem lingkungan sekitar jika dibiarkan terus mengalir ke drainase umum,” tegas Samsul Rizal.

Di sisi lain, jalannya eksekusi penyegelan berlangsung kondusif. Pihak manajemen Mie Gacoan Kota Pasuruan yang berada di lokasi tampak pasrah melihat saluran pembuangan mereka dipasang garis pembatas dan disegel petugas. Mereka mengakui adanya kelalaian dan keterlambatan dalam merespons teguran dari pemerintah daerah.

”Memang benar kami sudah menerima surat (peringatan) itu dua pekan lalu. Atas kondisi ini, kami akan segera melakukan perbaikan total terhadap sistem IPAL kami,” kata Adinda, salah seorang manajer Mie Gacoan Kota Pasuruan, saat dikonfirmasi di sela-sela proses penyegelan.

Atas penyegelan itu, Pemkot Pasuruan memberikan sinyal kuat kepada seluruh pelaku usaha di Kota Santri agar tidak main-main dengan urusan amdal (analisis mengenai dampak lingkungan). [hil.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!