23.9 C
Sidoarjo
Monday, June 29, 2026
spot_img

BPBD Kabupaten Probolinggo Kirim 10.000 Liter Air Bersih ke Dua Dusun Terdampak Kekeringan

Kabupaten Probolinggo, Bhirawa. – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter kepada warga terdampak kekeringan di Desa Tegalsiwalan, Kecamatan Tegalsiwalan, Minggu (28/6) malam.

Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di dua wilayah, yakni Dusun Jurangdalam RT 24 RW 04 dan Dusun Klobungan RT 27 RW 05 yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air akibat berkurangnya ketersediaan sumber air.

Pendistribusian dilakukan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Probolinggo mulai pukul 17.45 WIB menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter. Pengiriman dilakukan sebanyak dua kali hingga total bantuan mencapai 10.000 liter.

Di Dusun Jurangdalam, bantuan air bersih diterima sebanyak 45 kepala keluarga (KK) atau 156 jiwa. Sedangkan di Dusun Klobungan, bantuan menyasar 100 KK dengan jumlah 301 jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan sebagai langkah cepat pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

“BPBD Kabupaten Probolinggo terus berupaya merespons kebutuhan masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau. Pendistribusian ini merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Oemar menjelaskan, BPBD akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih. Koordinasi dengan pemerintah desa juga dilakukan untuk memastikan bantuan dapat disalurkan sesuai kondisi dan kebutuhan warga.

Berita Terkait :  Khofifah Dinilai Gubernur Paling Berpihak ke Industri Padat Karya SKT

“Kami siap melakukan penyaluran bantuan air bersih apabila masih terdapat wilayah yang membutuhkan. Masyarakat juga kami imbau menggunakan air yang telah diberikan secara bijaksana,” katanya.

Sebelumnya, BPBD Kabupaten Probolinggo telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi minimnya sumber air, karakteristik wilayah, serta potensi penurunan curah hujan selama periode kemarau.[fir.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!