26.7 C
Sidoarjo
Monday, June 29, 2026
spot_img

Kawal Proyek SR Pasuruan, Mas Rusdi Pastikan Kuota Didominasi Klaster Desil 1

Pemkab Pasuruan, Bhirawa. – Proyek prestisius pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Pasuruan di Desa Lajuk, Kecamatan Gondangwetan, kini tengah dikebut.

Memasuki akhir Juni, progres fisik megaproyek besutan Pemkab Pasuruan tersebut telah menyentuh angka 85 persen atau berada di fase finishing.

Sekolah yang digadang-gadang menjadi epicentrum baru pendidikan bagi kalangan kurang mampu ini dipastikan siap beroperasi penuh pada akhir Juli 2026 mendatang, tepat saat tahun ajaran baru 2026/2027 dimulai.

Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo menegaskan kesiapan operasional SR Pasuruan bukan sekadar fisik bangunan, melainkan juga validasi data calon peserta didik.

Pemerintah daerah bergerak cepat menyisir data kemiskinan ekstrem melalui klaster desil yang dimiliki Dinas Sosial (Dinsos) agar bantuan pendidikan ini tepat sasaran.

“Untuk tahun ajaran baru 2026/2027, kami membuka kuota awal sebanyak 210 siswa. Mereka disaring ketat dari data usia didik kelompok keluarga desil 1 dan desil 2 yang totalnya mencapai 691 anak di Kabupaten Pasuruan,” ujar Mas Rusdi, sapaan akrabnya, Senin (29/6).

Dari total kuota 210 siswa baru tersebut, Pemkab Pasuruan menetapkan porsi mayoritas untuk klaster keluarga paling membutuhkan.

Rinciannya, desil 1 (keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah) mendapatkan porsi 85,42 persen atau setara 178 siswa. Sementara sisanya, yakni desil 2, dijatah 14,48 persen atau sebanyak 32 siswa.

Secara berjenjang, kuota 210 siswa baru itu dibagi menjadi tiga tingkat komparatif. Yaitu tingkat Sekolah Dasar (SD) sebanyak 60 siswa, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 90 siswa dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 60 siswa.

Berita Terkait : 

Menariknya, SR Pasuruan di Gondangwetan ini tidak hanya menampung siswa baru dari hasil saringan Dinsos. Sekolah ini diproyeksikan menjadi kampus terpadu yang akan melebur sekolah-sekolah rintisan yang sebelumnya sudah berjalan terpisah.

Mas Rusdi menjelaskan, seluruh siswa dari Sekolah Rakyat Rintisan (SRT) akan diboyong dan diintegrasikan ke fasilitas baru ini begitu diresmikan bulan depan.

Rinciannya, SRT 48 Rejoso sebanyak 90 siswa akan dipindahkan. Lalu, SRT 3 Pasuruan (Jl. Hayam Wuruk) sebanyak 148 siswa akan diboyong. Kemudian, siswa titipan ada tambahan 30 siswa tingkat SMA kiriman titipan dari Kota Probolinggo.

“Jadi, sekolah rakyat rintisan yang semula berlokasi di Rejoso dan di Jalan Hayam Wuruk, semua siswanya akan bedol desa (dipindah) ke SR Pasuruan di Gondangwetan. Proses perpindahan ini bareng dengan masuknya siswa baru,” imbuh Mas Rusdi. [hil.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!